Pemerkosaan dan Pembunuhan Tiga Anak Kecil Guncang India

Oleh ASHOK SHARMA | Associated Press

Associated Press/Altaf Qadri

NEW DELHI (AP) - Polisi sedang menyisir desa-desa di India barat pada Jumat untuk mencari tersangka pemerkosaan dan pembunuhan terhadap tiga kakak-beradik.

Jenazah kakak-beradik berusia 7, 9, dan 11 tahun ditemukan pada 16 Februari di sebuah sumur sebuah desa di kabupaten Bhandara di Maharashtra, setelah mereka hilang dari sekolah dua hari sebelumnya, kata perwira polisi Abhinav Deshmukh. Daerah itu berada di selatan sekitar 1.000 kilometer dari ibu kota New Delhi.

Ibu korban mengatakan polisi tidak serius menindak kasus tersebut dan tidak melakukan apa pun selama beberapa hari sampai para penduduk desa melakukan aksi protes.

Deshmukh mengatakan pada Jumat bahwa 10 tim dari 30 penyidik sedang bekerja dalam kasus itu dan dia yakin sang pembunuh segera ditemukan.

Awalnya, polisi mengatakan kematian ketiga gadis kecil tersebut hanyalah kecelakaan biasa, demikian dilaporkan kantor berita Press Trust of India. Ibu ketiga gadis itu menuduh polisi melakukan penyelidikan yang buruk dan mengatakan mereka tidak melakukan apa pun selama dua hari. Para penduduk desa yang berang memaksa untuk menutup toko-toko, membakar ban, dan memblokir jalan raya nasional di daerah itu selama berjam-jam pada awal pekan ini, menuntut keadilan.

Polisi akhirnya mencatat kasus itu sebagai kasus pemerkosaan dan pembunuhan setelah autopsi mayat membuktikan bahwa ketiganya telah mengalami pelecehan seksual dan dibunuh secara keji, kata PTI.

Satu polisi telah diberhentikan karena lamban bertindak, tutur Menteri Industri Berat India Praful Patel, yang mewakili kabupaten Bhandara di Parlemen pada Kamis.

Menteri Kabinet Manish Tewari menyebut pembunuhan itu sebagai "serangan yang sangat, sangat keji" dan mengatakan Perdana Menteri Manmohan Singh telah mengirimkan 1 juta rupee India (sekitar Rp178,8 juta) kepada keluarga gadis-gadis tersebut.

Kasus itu telah membuat India tercengang, dua bulan setelah diadakan aksi protes atas pemerkosaan geng dan pembunuhan seorang wanita muda di bus New Delhi.

Pemerkosaan geng itu memicu protes nasional tentang perlakuan India terhadap perempuan dan mendorong pemerintah untuk segera melindungi mereka melalui paket undang-undang terbaru.

Korban pemerkosaan geng dan teman prianya, yang juga dipukuli dengan parah  dalam serangan tersebut, dibuang telanjang di pinggir jalan, dan perempuan itu meninggal akibat luka-lukanya dua pekan kemudian di rumah sakit Singapura. Lima orang sedang diadili atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan dalam kasus itu, sementara tersangka keenam yang di bawah umur diurus dalam pengadilan anak.

Memuat...