Pemetaan Pelayanan Disabilitas dan Kesehatan Jiwa Selama Masa COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) bersama konsorsium Proyek Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19 (ACTION) melakukan pemetaan layanan kesehatan bagi kelompok disabilitas di masa pandemi COVID-19.

Menurut keterangan CISDI, dari hasil pemeriksaan 8 puskesmas mitra Proyek ACTION di Kota Makassar dan Kabupaten Lombok Timur, terdapat 1 kasus positif COVID-19 yang merupakan kelompok Disabilitas.

Kasus ini ditemukan oleh Puskesmas Montong Betok, Lombok Timur. Puskesmas Tamangapa di Makassar serta Puskesmas Selong dan Puskesmas Lenek di Lombok Timur adalah tiga puskesmas yang sudah menyediakan layanan khusus bagi kelompok disabilitas.

Menurut Direktur Program CISDI, Egi Abdul Wahid, hasil pemetaan kebutuhan yang dilaksanakan tim CISDI di atas dapat menjadi pintu masuk bagi Proyek ACTION dalam merumuskan pelatihan yang dibutuhkan.

“Tidak hanya untuk Satgas COVID-19 tetapi juga untuk tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya dalam mencegah penularan COVID-19 secara luas,” ujar Egi dalam keterangan pers CISDI, ditulis Jumat (16/4/2021).

Rencana tindak lanjut ini didukung oleh usaha dan kolaborasi dari konsorsium Proyek ACTION serta dukungan dari pemerintah daerah, termasuk pemerintah desa di Makassar dan Lombok Timur, tambahnya.

Lebih lanjut Egi menjelaskan, staf lapangan CISDI berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Montong Betok, memperkenalkan Proyek ACTION sebagai rangkaian rapid assessment dan memetakan kebutuhan penanganan COVID-19 di Lombok Timur pada 7 Maret 2021.

Kepala Puskesmas Montong Betok menyambut Proyek ACTION dan mengharapkan CISDI dapat berkoordinasi dengan tim puskesmas ketika melaksanakan kegiatan di lapangan.

Layanan Kesehatan Jiwa

Selain pemetaan layanan disabilitas secara umum, CISDI juga melakukan pemetaan terkait layanan kesehatan jiwa.

Ini menjadi jenis layanan yang sudah tersedia di seluruh puskesmas, tapi tidak semua puskesmas memiliki tenaga psikolog, kata Egi. Mereka menugaskan tenaga kesehatan lain untuk menyediakan layanan kesehatan jiwa.

“Sayangnya, masih banyak petugas yang belum mendapatkan pelatihan formal untuk memberikan pelayanan tersebut,” tutupnya.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Simak Video Berikut Ini