Pemilik Lahan Beberkan Cerita Awal Temuan Bansos Sembako Dikubur di Depok

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang warga menemukan dugaan sembako bantuan sosial (bansos) yang dipendam dalam tanah di lahan kosong, Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirta Jaya, Sukmajaya, Kota Depok. Bansos berupa beras tersebut adalah bantuan presiden (banpres) tahun 2020. Terkuaknya penemuan ini berasa dari informasi yang diterima salah satu warga bernama Rudi Samin.

Dia yang mengaku memiliki lahan tersebut mendapat informasi dari salah satu rekannya yang bekerja di JNE. "Saya dapat informasi dari orang dalam JNE yang katanya ada pemendaman sembako," kata Rudi, Minggu (31/7).

Rudi pun membuktikan informasi yang diterimanya dengan menggali lokasi yang diduga ada bansos dipendam. Pada hari pertama, dia tidak dapat hasil. Lalu berbekal informasi dari salah satu rekannya yaitu S yang juga pernah bekerja di gudang JNE cabang Depok itu, Rudi kemudian melakukan penggalian lagi menggunakan alat berat. S adalah mantan pekerja JNE yang sempat dia tolong karena pernah dituduh mencuri.

"Saya ingat punya klien inisial S, bahwa yang bersangkutan pernah kerja di sini (JNE) dan dia ngaku pernah diperintahkan bawa sembako ke dalam mobil besar oleh koordinator JNE inisal A. Saya penasaran, maka saya cari, sampai dua hari. Nah hari ketiga saya dapat dengan menggunakan beko," ujarnya.

Rudi menduga, sembako bantuan presiden yang dipendam itu jumlahnya bukan satu. Dia menduga jumlah yang dipendam mencapai satu kontainer.

"Ini (sembako) dipendam. Artinya bukan satu ton tapi patut diduga satu kontainer JNE membawa sembako dan kemudian dipendam di sini," tukasnya.

Sembako yang dikubur di situ sudah membusuk. Ketika digali pun menimbulkan aroma yang cukup menyengat. Sejauh ini baru satu karung beras yang ditemukan. "Beras itu masih ada yang karungan, sagunya juga ada," terangnya.

Sembako yang ditemukan terdapat tulisan bantuan presiden yang dikoordinir Kemensos (Kementerian Sosial). Dari tulisan yang tertera, kata Rudi Samin, bantuan tersebut ditujukan untuk masyarakat luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, NTT dan lain sebagianya.

"Tapi alangkah sayangnya pada saat itu kan 2020 masyarakat Indonesia lagi susah (karena pandemi), tapi kok ini malah dipendam," ujarnya.

Temuan tersebut sudah dilaporkan ke Polresta Depok. "Pihak terlapor JNE, dalam hal ini saudara A karena diduga dia yang memerintahkan. Dan mungkin nanti ada laporan pidana umumnya, penggelapan, laporan nanti dari Kemensos mungkin, dan ini diduga ada indikasi keterlibatkan oknum aparat dan ASN," pungkasnya.

Terpisah, pihak PT Tiki Jalur Nugraha Ekakulir (JNE) buka suara terkait penimbunan beras bansos tersebut. JNE mengakui telah menimbun bansos itu.

"(Yang melakukan penimbunan atau penguburan sembako JNE) Iya betul," kata Head of Media Relation Departement, Kurnia Nugraha kepada merdeka.com, Minggu (31/7).

Namun Kurnia langsung memberikan penjelasan. Soal keputusan JNE mengubur bansos-bansos tersebut. Sebab, bansos itu telah mengalami kerusakan. Karena itu dia meyakini penguburan bansos tidak menyalahi aturan dan telah sesuai dengan prosedur.

"Jadi itu memang beras yang rusak. Dan memang bisa dibilang berasnya itu sesuai ini sudah terjadi pergantianlah, jadi sudah tidak layak dan karena sudah rusak," jelasnya.

"Terkait dengan pemberitaan temuan beras bantuan sosial di Depok, tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati dari kedua belah pihak," tegasnya.

Kurnia tidak menyebut detail jumlah sembako dan jenis bansos pemerintah yang dikubur. JNE masih mendalaminya. Termasuk alasan tidak disalurkan bantuan itu kepada masyarakat hingga rusak dan akhirnya dikubur.

"Nanti detail segera kami sampaikan kita lagi kordinasikan tim terkait. Nanti kami sampaikan distatmen berikutnya," ucapnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel