Pemilik Moge Siap-siap, Bulan Depan Ada yang Harus Diganti

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejak dulu Indonesia menjadi pasar dari sepeda motor gede atau moge, namun baru beberapa tahun ini unitnya dihadirkan secara resmi oleh para agen pemegang merek.

Harga yang ditawarkan untuk moge tersebut juga semakin variatif, di mana kondisi baru bisa dimiliki dengan dana mulai dari Rp100 jutaan sudah termasuk pajak.

Berbeda dengan motor biasa, mengendarai moge membutuhkan kemampuan yang lebih. Selain bobotnya lebih berat, performa yang dihasilkan mesin juga lebih kencang, sehingga butuh penyesuaian.

Selain itu, para pengendara moge dalam waktu dekat juga diharuskan memiliki surat izin mengemudi atau SIM C khusus. Melalui Peraturan Kapolri nomor 5 tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM, nantinya golongan SIM C akan dibagi kembali menjadi tiga kategori, yakni SIM C biasa, SIM C1 dan SIM C2.

Pada Pasal 3 ayat 2 butir (e) bahwa SIM C hanya berlaku untuk mengendarai motor dengan kapasitas mesin sampai 250cc. Jika ingin mengendarai motor dengan kapasitas mesin 201cc hingga 500cc, maka harus memiliki SIM C1.

Sementara, SIM C2 berlaku untuk moge 501cc ke atas. Sebelum bisa mendapatkan SIM C1, maka pemilik moge harus punya SIM C terlebih dahulu. Demikian pula dengan SIM C2, di mana pemohon wajib memiliki SIM C1.

Mengenai kapan akan mulai diberlakukan, Kasi Standar Pengemudi Direktorat Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri, AKBP Arief Budiman mengatakan bahwa biasanya butuh waktu enam bulan sejak Perpol diterbitkan.

“Butuh sosialisasi dan persiapan di Satpas juga. Diharapkan, mulai Agustus sudah siap diimplementasikan,” ujarnya saat bertemu komunitas Harley-Davidson, dikutip VIVA Otomotif dari laman YouTube NTMC Channel, Rabu 14 Juli 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel