Pemilik pabrik wajan yang siksa buruhnya terkenal sombong

MERDEKA.COM. Perlakuan tidak manusiawi yang dialami para pekerja pabrik wajan dan kuali almunium di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang, telah diketahui warga sejak lama.

Ironisnya, pemilik pabrik Yuki Irawan, merupakan kakak ipar Kepala Desa Lebak Wangi, Mursan. Sehingga warga pun tidak berani melaporkan perlakuan Yuki.

"Warga sih tau, cuma gimana, dia orang kaya, kakak ipar kepala desa juga. Jadi kita takut diapa-apain," ujar Ibnu, Minggu (5/5).

Sebelumnya, kata dia, warga setempat pernah ditawari bekerja di pabrik tersebut, namun tidak ada yang berminat. Karena itu, Yuki mengambil pekerja dari luar daerah. "Pekerjaannya berat, jadi tidak ada yang mau. Pekerja di pabrik berasal dari Lampung dan Cianjur," kata Ibnu.

Dia membenarkan perlakuan kasar yang dialami para pekerja di pabrik. Mereka kerap dipukul kalau tidak bekerja dengan benar. "Pernah karyawannya salah menghitung timbangan almunium foil untuk bahan baku wajan, langsung dimaki dan dipukuli," tukasnya.

Sementara Ahmad Basyuni, tetangga pelaku, menceritakan bahwa 15 tahun yang lalu Yuki tidak kaya seperti sekarang. Awalnya dia tinggal di rumah kontrakan milik kakak Basyuni, di desa Lebak Wangi. Kemudian Yuki mulai membuka usaha daur ulang limbah alumunium foil di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

"Lalu usahanya berkembang dan buka lagi di samping rumahnya. Usaha itu berjalan sejak tujuh tahun yang lalu. Kalau pabrik wajan itu baru satu tahun berjalan," paparnya.

Menurut Basyuni, sebelum memiliki pabrik, Yuki adalah orang yang ramah. Tapi setelah suskes, dia menjadi sombong dan jarang bersoalisasi dengan warga. "Saya tahu gimana susahnya dia dulu. Sekarang dia menegur juga tidak pernah," tukasnya.

Saat ini Yuki Irawan dan tiga mandor pabrik telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Tangerang karena memperlakukan 25 karyawannya secara tidak manusiawi.

Pantauan di lapangan, pasca digerebek polisi, pabrik wajan yang telah dipasangi police line dipenuhi warga yang ingin melihat kondisi pabrik tersebut. Rumah mewah tersanga Yuki yang berada di samping pabrik tampak sepi. Sementara itu tidak ada polisi yang berjaga di lokasi.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.