Pemilik PSG Nyinyiri Balik Presiden La Liga: Sindir Liga Spanyol Nyaris Mati

Bola.com, Paris - Presiden La Liga, Javier Tebas, baru-baru ini terang-terangan menyerang PSG dan Manchester City. Ternyata CEO PSG, Nasser Al-Khelaifi, tidak tinggal diam, dan balik menyerang Tebas.

Sejak Kylian Mbappe memperpanjang kontraknya di Paris, Tebas terang-terangan mengkritik PSG dan Man City, terutama terkait urusan finansial. Bahkan, La Liga mengklaim telah mengirim surat keluhan ke UEFA tentang kedua klub tersebut yang dituding melanggar Financial Fair Play.

Al-Khelaifi tidak tinggal diam. Dia balik melontarkan sindiran pedas, menyuruh Tebas memikirkan urusannya sendiri.

Bagaimana komentar pedas CEO PSG tersebut?

 

Tidak Suka Ikut Campur

Gelandang PSG, Georginio Wijnaldum berbicara dengan presiden Nasser Al-Khelaifi selama sesi latihan di tempat latihan klub Camp des Loges di Saint-Germain-en-Laye (6/12/2021). PSG akan bertanding melawan Club Brugge pada Grup A Liga Champions di Stadion Parc des Princes. (AFP/Franck Fife)
Gelandang PSG, Georginio Wijnaldum berbicara dengan presiden Nasser Al-Khelaifi selama sesi latihan di tempat latihan klub Camp des Loges di Saint-Germain-en-Laye (6/12/2021). PSG akan bertanding melawan Club Brugge pada Grup A Liga Champions di Stadion Parc des Princes. (AFP/Franck Fife)

"Tebas? Saya tidak mengenalnya. Biarkan dia mengkhawatirkan tentang liga miliknya, karena itu sedikit mati dan dia harus berhenti menceramahi orang," ujar Al-Khelaifi, seperti dikutip Marca, Rabu (22/6/2022).

Saat ditanya apakah dia khawatir tentang pengaduan yang diajukan La Liga ke UEFA, Al-Khelaifi kembali memberikan sindiran.

"Siapa Tebas? Saya tidak mengenalnya. Gaya kami adalah tidak ikut campur urusan klub-klub lain, liga-liga lain, atau federasi lain. Itu bukan gaya kami. Tapi kami tidak akn terima jika orang lain menceramahi kami."

"Saya tidak peduli apa yang dia katakan, sejujurnya. Orang-orang sudah bicara ini selama bertahun-tahun. Kami punya proyek sepak bola untuk dibangun dan kami akan menatap ke depan," ujar bos PSG itu.

 

Komentar Pedas Javier Tebas

Presiden La Liga, Javier Tebas menilai Barcagate tidak hanya berpengaruh bagi Barcelona namun juga berimbas dan dapat merusak reputasi Liga Spanyol. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)
Presiden La Liga, Javier Tebas menilai Barcagate tidak hanya berpengaruh bagi Barcelona namun juga berimbas dan dapat merusak reputasi Liga Spanyol. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Sebelumnya, La Liga mengajukan keluhan resmi ke UEFA terkait Manchester City dan Paris Saint-Germain. Mereka menuding kedua klub raya tersebut melanggar Financial Fair Play (FFF).

Manchester City dan dituduh merusak sepak bola. Bos La Liga, Javier Tebas, mengecam sepak terjang dua klub raksasa Eropa itu.

Javier Tebas menyoroti manuver Man City atas manuver memboyong Erling Haaland dari Borussia Dortmund belum lama ini, dengan banderol 51 juta pounds (Rp910,7 miliar). Tebas mengklaim juara Liga Inggris itu terus-menerus melanggar FFF.

Sebelumnya, Tebas juga berkomentar pedas soal skandal kontrak baru Kylian Mabppe di PSG. Menurutnya, kesepakatan itu sebagai penghinaan terhadap sepak bola.

 

Keluhan La Liga

"La Liga minggu ini mengajukan keluhan ke UEFA tentang PSG, yang akan bergabung dengan yang lain melawan Manchester City pada April, untuk memahami bahwa klub-klub ini terus melanggar peraturan fair play keuangan saat in," tulis pihak La Liga, seperti dikutip Marca, Kamis (16/6/2022).

"La Liga memahami bahwa klub-klub ini melakukan pembiayaan tidak teratur, baik melalui suntikan uang langsung atau melalui sponsor dan kontrak lain yang tidak sesuai dengan kondisi pasar atau tidak masuk akal secara ekonomi."

"La Liga menganggap bahwa praktik ini mengubah ekosistem dan keberlanjutan sepak bola, merugikan semua klub dan liga-liga Eropa, dan hanya berfungsi untuk menggelembungkan pasar secara artifisial, dengan uang yang tidak dihasilkan dari sepak bola itu sendiri," imbuh pihak La Liga.

 

Tuding PSG Curang

Tebas menilai PSG melakukan tindakan curang terkait kontrak Mbappe. Pemain asal Prancis itu semula santer dikabarkan akan pindah ke PSG, tetapi kemudian batal setelah menerima kontrak baru dari PSG yang nilainya luar biasa.

"City pasti telah melakukan sesuatu, karena Haaland meminta klub lebih banyak selain dari 60 juta pounds yang telah dibayarkan," sergah Tebas.

"PSG akan berakhir dengan kerugian 200 juta, bahkan udah menyeret 300 ... dan mereka tetap melenggang dan memperbarui kontrak Mbappe dengan jumlah itu."

"Mereka pasti curang, saya tidak tahu apakah membayar di luar Prancis. lingkungan atau menggemukkan sponsorship, yang sudah mereka lakukan," imbuh Tebas.

Sumber: Marca, Football Espana 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel