Pemilu 2014, PDI Perjuangan kantongi nomor urut 4

MERDEKA.COM,

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengundi nomor urut peserta Pemilu 2014, hari ini. Untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mendapat nomor urut 4.

Pantauan merdeka.com, Senin (14/01), pengambilan nomor urut dilakukan oleh Sekjen Tjahjo Kumolo.

Di tahun 2009, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini mendapatkan nomor urut 28. Hasil penghitungan suara sah PDI Perjuangan di Pemilu Legislatif tahun 2009, 14,01 persen.

Bahkan di pemilu lalu, partai berlogo banteng dengan moncong putih itu memulai kampanye pada tanggal 28 Agustus, sesuai dengan nomor urut mereka dengan harapan partai mereka diingat.

Untuk tahun ini, PDI Perjuangan pasrah mendapatkan nomor urut berapa saja.

"Soal nomor urut, kita mengalir saja. Mendapat nomor berapa tidak masalah karena pemahaman lambang PDI Perjuangan banteng moncong putih sudah dipahami masyarakat Indonesia secara luas," jelas Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo.

Tjahjo menambahkan, yang terpenting bagi PDIP adalah bagaimana meningkatkan kualitas partai untuk mendapatkan simpati masyarakat. Sehingga, PDIP dapat memenangkan Pemilu di 2014.

"Yang penting kualitas dan peran serta kinerja untuk turun ke bawah para kader partai dan para caleg DPR nantinya menjadi titik kunci pemenangan PDI Perjuangan," tegas Tjahjo.

Acara pengundian nomor urut ini tidak dihadiri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Pengundian dilakukan di kantor KPU Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Sebagian besar ketua umum partai hadir menyaksikan langsung proses pengundian nomor urut.

Sekadar diketahui, KPU telah menetapkan 10 partai politik lolos menjadi peserta Pemilu 2014. Hanya Partai NasDem menjadi partai baru yang lolos verifikasi. Sisanya, 9 partai yang mendapat kursi di DPR pada pemilu 2009 lalu yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, PKS, PAN, PKB, PPP, Partai Gerindra, dan Partai Hanura.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.