Pemilu 2014: Ruhut: Anas Ketua Umum, Demokrat tak Akan Menang

INILAH.COM, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, sikap Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menurunkan target pemenangan pada 2014 bukan tanpa dasar.

Sebab, dengan dinamika politik saat ini Partai Demokrat akan sulit mendulang suara di 2014. Apalagi beberapa kasus hukum menjerat beberapa kader termasuk Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Itu kritikan buat Anas, harusnya menang diatas 30%. Di pilkada-pilkada itu kalah semua, tapi dia (Anas) bilang menang," ujar Ruhut Sitompul kepada INILAH.COM, Selasa (18/12/2012).

Menurut dia, SBY sendiri sebenarnya sudah mulai khawatir dengan kondisi Partai Demokrat yang semakin hari semakin menurun elektabilitasnya. Padahal pemerintahan yang dibangun SBY sudah maksimal.

Kekhawatiran ini semakin diperparah dengan disebut-sebutnya Anas Urbaningrum terlibat dalam kasus korupsi Hambalang dan wisma atlet. Padahal, jika ingin menyelamatkan partai orang-orang yang disebut-sebut terlibat harus mundur.

"Kalau dia (Anas) masih ketum tidak akan menang Partai Demokrat ini," tegasnya.

Ruhut menambahkan, pernyataan SBY di acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Demokrat sebenarnya mengandung kritikan kepada kepemimpinan Anas Urbaningrum. Kritikan itu disampaikan dengan sikap menurunkan target pemenangan Partai Demokrat di 2014.

"Ya karena itu SBY pesimis, karena koruptor-koruptor itu masih bertahan di Partai Demokrat. Karena setiap pertemuan, SBY selalu bilang legowo saja mundur, tapi orang-orang ini tidak keluar-keluar," tandasnya. [yeh]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.