Pemilu Iran, Inilah Profil 8 Calon Presiden

TEMPO.CO, Teheran - Pemilihan presiden Iran digelar pada 14 Juni 2013 diikuti delapan calon dari 686 peserta yang disetujui oleh Dewan Pengawal (Revolusi). Siapapun pemenangnya, dia akan menggantikan posisi Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang tidak boleh mencalonkan lagi karena telah menjabat dua kali berturut-turut. Siapa calon Presiden Iran mendatang, inilah profilnya.

Saeed Jalili

Seorang juru runding nuklir Iran kondang, untuk pertama kalinya maju sebagai calon presiden pada pemilu bulan depan. Dia mengaku memiliki hubungan dekat dengan Pemimpin Agung Ayatullah Ali Khamenei.

Namanya mulai moncer setelah dia ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional dan juru runding nuklir Iran dengan Barat pada 2007.

Lahir di sebelah timur laut Mashhad pada 1965, Jalili bergabung dengan pasukan paramiliter Basij dan menjadi lasykar pejuang dalam perang Iran-Irak pada 1980-1988 sebagai relawan. Dalam pertempuran tersebut dia mengalami cedera dan kehilangan kaki kanannya.

Jalili bergelar PhD. Tesis doktornya mengenai "Politik dalam Quran". Beberapa situs berita Iran menyebutnya sebagai seorang intleketual yang loyal terhadap nilai-nilai Islam dan hidup sederhana.

Kritik juru runding ini adalah negara terlalu boros dalam membelanjakan anggaran, khususnya saat Iran menderita akibat tekanan sanksi Barat karena mempertahankan program nuklir.

Mohammad Baqer Qalibaf...

Mohammad Baqer Qalibaf

Saat ini menjabat sebagai Wali Kota Teheran. Mohammad Baqer Qalibaf dikenal berpandangan pragmatis konsertvatif dan loyal terhadap Pemimpin Agung Ayatullah Ali Khamenei.

Pria 51 tahun ini adalah bekas anggota militer dan komandan kepolisian yang kembali ke gelanggang politik. Pencalonannya kali ini merupakan keempat kalinya sejak pemilu 2005.

Wali Kota ini acap kali mengritik kebijaksanaan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, terutama menyangkut soal ekonomi dan manajemen negara, serta terlalu dekat dengan kelompok konservatif yang sesungguhnya di luar garis pemerintahan.

Qalibat, sebelumnya, pernah menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara di pasukan elit Iran Pengawal Revolusi dan veteran perang garis depan pada perang Iran-Irak 1980-1988 sebelum menjadi Kepala Kepolisian Nasional.

Dikenal sebagai seorang modernis dan teknokrat yang sukses mengendalikan unjuk rasa mahasiswa dengan damai pada 2003. Ketika menjabat sebagai Kepala Kepolisian Nasional, dia untuk pertama kalinya mengizinkan kaum perempuan menjadi anggota kepolisian.

Seorang pilot berkualifikasi tinggi, Qalibat dilaporkan masih mencari penghasilan sampingan dengan menjadi pilot Iran Air dan menerbangkan jet Airbus meskipun dia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Nasional. Qalibat juga seorang dosen di Universitas Teheran.

 

Ali Akbar Velayati....

Ali Akbar Velayati

Agaknya sulit bagi calon lain menandingi pengalaman politik Ali Akbar Velayati. Dia sudah lama menjadi penasehat ahli Pemimpin Dewan Agung untuk urusan internasional. Velayati juga menjadi menteri terlama sejak pecah revolusi 1979.

Sepertinya dia memiliki karakter tercela di hadapan masyarakat sehingga publik menjulukinya "Mr Mungkin". Hal tersebut lantaran dia selalu minta pendapat terlebih dulu dari Pemimpin Agung. Dia menjadi penasehat Ayatullah Khomenei sejak 1997 dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Majelis Kebangkitan Dunia Islam.

Velayati lahir di Teheran pada 1945. Ia bergelar doktor medis, pernah menjadi Wakil Menteri Kesehatan dari 1980-1981, selanjutnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri selama 16 tahun dari 1981-1997.

Hassan Rowhani...

Hassan Rowhani

Hassan Rowhani adalah tokoh kunci politik Iran. Dia beberapa kali menduduki pos penting di parlemen Iran, dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Parlemen dan perwakilan Ayatullah Khamenei di Dewan Keamanan Nasional Agung.

Rowhani pernah menjabat sebagai juru runding nuklir Iran dalam pembicaraan denga Uni Eropa. Baru-baru ini dia mengepalai Pusat Penelitian Strategis Iran.

Ulama berusia 64 tahun ini seringkali diuraikan sebagai sosok moderat atau "pragmatis konservatif". Dia pernah melancarkan kritik terbuka terhadap Presiden Ahmadinejad yang dianggapnya, "Ceroboh, tidak perhitungan, dan tidak teliti."

Selama unjuk rasa mahasiswa menentang penutupan koran reformasi pada 1999, Rowhani sepakat dengan represi petugas keamanan dengan menahan sejumlah aktivis lantaran melakukan sabotase. Menurutnya, jika pengunjuk rasa terbukti bersalah lantaran merusak properti negara, mereka bisa dijatuhi hukuman mati.

Namun, belakangan, dia mendukung unjuk rasa yang pecah usai pemilihan umum 2009. Menurutnya, rakyat memiliki hak menyampaikan protes secara damai.

Rowhani mengaku fasih berbahasa Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, dan Arab. Dia meraih gelar Doktor hukum dari Universitas Glasgow Kaledonia.

Gholamali Haddad-Adel...

Gholamali Haddad-Adel

Gholamali Haddad-Adel adalah seorang konservatif yang dikenal sangat loyal kepada Pemimpin Agung. Dia merupakan besan Ayatullah Ali Khamenei, karena anak gadis Haddad-Adel menikah dengan Mojttaba, putra Ayatullah.

Meskipun hubungan ini nampaknya menjadi poin penting dalam pemilu mendatang, dia nampaknya memiliki kekurangan dalam berpidato.

Sementara itu, informasi yang tersedia mengenai perannya dalam Revolusi Islam 1979 sangat sedikit. Dalam dunia politik Iran, menjadi aktivis revolusioner adalah sangat penting sebagai jembatan menuju panggung politik.

Pria 68 tahun ini pernah menjabat sebagai ketua parlemen Iran pada 2004-2008 dan pernah menjadi anggota parlemen pada 2000. Sejak Revolusi Islam Iran, dia beberapa kali menduduki posisi penting. Dia juga menulis beberapa buku agama serta lancar berbahasa Arab dan Inggris.

Mohammad Reza Aref...

Mohammad Reza Aref

Mohammad Reza Aref adalah seorang politisi reformis dan anggota Dewan Kebijakan, sebuah badan penasehat untuk Pemimpin Agung.

Lahir pada 1951 di pusat kota Yazd, Aref pernah memegang berbagai jabatan eksekutif pasca-revolusi Iran. Sebagai seorang yang cerdas dan berpendidikan tinggi, reputasi keilmuannya membawa ke karir politik. Aref belajar teknik mesin elektronik di Universitas Stanford dan mengajar di perguruan tinggi bergengsi di Teheran, Universitas Teknologi.

Tak seperti tokoh reformasi lainnya, dia bukan dijadikan target oleh kelompok garis keras Iran usai kerusuhan pemilu 2009. Dia dua kali menarik diri sebagai calon presiden Iran. Dalam sebuah pernyataan Aref pernah mengatakan, jika bekas reformis Presiden Mohammed Khatami ikut dalam pencalonan pemilihan presiden 2013, dia akan minggir.

Mohsen Rezai...

Mohsen Rezai

Mohsen Rezai belum lama ini mendapatkan kepercayaan memegang jabatan sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Kebijakan yang dikepalai oleh Akbar Hashemi Rafsanjani. Penunjukan ini sepertinya dia dianggap memiliki kinerja bagus.

Bekas anggota militer berpangkat Mayor Jenderal yang pernah menjadi Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam selama 15 tahun, Rezai pernah dituduh oleh Argentina terlibat dalam serangan 1994 terhadap sebuah pusat kegiatan kaum Yahudi di Buenos Aires yang menewaskan 85 orang dan masuk dalam daftar Interpol.

Rezai penah mendaftar sebagai calon presiden pada pemilu 2005 tetapi selanjutnya menarik diri. Dia ikut serta dalam pemilihan presiden 2009, ketika itu dia menduduki posisi ketiga dengan peroleh suara 1,7 persen.

Semula dia menolak hasil pemilu dengan menyatakan bahwa proses pemilihan curang, namun usai mendapatkan teguran dari Pemimpin Agung dia tak melanjutkan protes. Pemimpin Agung kembali menunjuk Ahmadinejad sebagai pemenang.

Dia adalah seorang konservatif yang memiliki kedekatan dengan Ayatullah Ali Khamenei namun tak jarang mengritik pemerintahan Ahmadinejad, terutama soal ekonomi. Rezai lahir pada 1954 di Masjed-e-Soleyman dan meraih gelar doktor di bidang ekonomi dari Universitas Teheran.

Mohammad Gharazi...

Mohammad Gharazi

Mohammad Gharazi, nama ini boleh dibilang tak pernah muncul dalam blantika politik Iran. Nama ini untuk pertama kalinya disebut sebagai calon presiden pada pemilu bulan depan, Juni 2013. Oleh karenanya, dia dianggap caloln yang memiliki peluang paling kecil untuk meraih kemenangan.

Keputusan Dewan Pengawal menyetujui Gharazi ikut dalam pemilihan presiden oleh media Iran dianggap sebagai sebuah kejutan. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media, dia mengatakan bahwa dirinya tidak mendapatkan dukungan partai politik dan tidak akan membelanjakan uangnya untuk kampanye.

Gharazi lahir di pusat Kota Isfahan pada 1941 dan belajar ilmu teknik mesin di Iran dan Prancis. Aktivitas politiknya dilakukan sejak Shah Reza Pahlevi berkuasa sehingga mengantarkan dirinya ke penjara pada 1971, selanjutnya pindah ke luar negeri.

Dia memiliki beragam jabatan sejak 1980-an, mulai sebagai Menteri Perminyakan, Menteri Telekomunikasi, serta Gubernur Provinsi Khuzestan dan Provinsi Kordestan.

BBC | CHOIRUL

Berita terhangat:

Kisruh Kartu Jakarta Sehat | Menkeu Baru | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

Baca juga:

Ibu Darin Mumtazah: Wawancarai Saja Kucing Saya

Lutfi Hasan Ditahan, Rumah Darin Mumtazah Sepi

Ditanya Soal Darin Mumtazah, Luthfi Melirik

PKS Klaim Bisa Himpun Rp 2 Triliun Secara Sah

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.