Pemilu Legislatif Berlangsung 9 April 2014  

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum resmi menetapkan pemilihan umum legislatif dilaksanakan pada 9 April 2014. "Dengan penetapan ini, seluruh satuan kerja KPU di seluruh Indonesia mulai bergerak mempersiapkan diri melalui rangkaian tahapan penyelenggaraan pemilu," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik saat soft launching tahapan pemilu di kantor KPU, Jumat, 8 Juni 2012.

Menurut Husni, proses penetapan ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012. Dalam undang-undang ini, tahapan penyelenggaraan pemilu harus dilaksanakan paling lambat 22 bulan sebelum pemungutan suara. Setelah launching, KPU segera menyusun rencana program dan anggaran.

KPU juga mulai menyusun peraturan pelaksanaan pemilu. Menurut Husni, aturan teknis mengenai penyelenggaraan Pemilu 2014 akan ditetapkan setelah berkonsultasi dengan pemerintah dan DPR. Husni berharap, Pemilu 2014 berjalan lebih demokratis dan adil.

Dalam pelaksanaan pemilu, KPU berharap, masyarakat dan peserta pemilu bisa bersikap dewasa. Penyelenggaraan Pemilu 2014 dirancang bisa mengakomodasi keberagaman budaya dan masyarakat. "Meski pemilu ini diadopsi dari luar negeri, tapi kami berharap Pemilu 2014 nanti bisa meningkatkan kebinekaan. "KPU meminta tokoh masyarakat dan tokoh agama turut membantu terwujudnya pemilu yang demokratis.

Acara soft launching Pemilu 2014 ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri Tanribali Lamo, Wakil Ketua Komisi Pemerintahan DPR Ganjar Pranowo, serta perwakilan Badan Pengawas Pemilu dan Mabes Polri. Peluncuran proses pemilu ditandai dengan bunyi sirene yang disambut kor lagu pemilihan umum. Peluncuran juga diisi pembacaan doa oleh tokoh agama dan lima kepercayaan yang diakui pemerintah.

IRA GUSLINA SUFA

Berita Terkait

Beginilah KPK Menangkap Tangan Tommy Terima Suap

Kantor Pemenang Lelang Hambalang di Ruko Kusam

Pegawai Pajak Itu Beralasan Jenguk Orang Tua

Korupsi Pajak, KPK Tahan Tommy di Sel Polda Metro

Kasus Tommy Bisa Jadi Pintu Bongkar Mafia Pajak

Kekayaan Tommy Hindratno

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.