Pemilu Rumania akan beri mandat lebih kepada kaum liberal

Oleh AFP

Presiden Rumania yang pro-Eropa Klaus Iohannis favorit memenangkan putaran pertama Pemilu negara itu Minggu yang berpeluang menambah perlawanan liberal terhadap nasionalisme yang mengharubiru negeri ini.

Iohannis yang berasal dari Partai Liberal Nasional kanan-tengah (PNL) menyebut jika kandidat Sosial Demokrat (PSD) yang berhaluan kiri, mantan perdana menteri Viorica Dancila, menang Pemilu, maka demokrasi terancam.

Era singkat pemerintahan PSD yang dimulai pada akhir 2016, ditandai dengan berulang kalinya partai ini berbenturan dengan Brussels - dan Iohannis - atas tuduhan berusaha mendorong melalui reformasi peradilan yang kontroversial untuk melemahkan peradilan dan sebaliknya menguntungkan para politisi PSD.

Pemerintah sayap kiri yang terkepung ambruk dalam Pemilu bulan lalu.

Iohannis menjadikan supremasi hukum sebagai jualan utama kampanyenya, meniru aktivis antikorupsi Slowakia Zuzana Caputova yang memenangkan pemilihan presiden di negara itu Maret.

Juga di Hongaria, pemerintah nasionalis Perdana Menteri Viktor Orban menderita kemunduran bulan lalu ketika kandidat kiri tengah Gergely Karacsony menyatukan kubu oposisi untuk merebut kursi walikota Budapest dari Partai Fidesz pimpinan Orban.

Sementara nasionalisme kurang menyemarakan politik Rumania dari pada di Hungaria atau Polandia, PSD mencoba membingkai perselisihannya dengan lembaga-lembaga Uni Eropa sebagai bukti bahwa partai itu membela Rumania.

Namun seperti ditunjukkan majalah Jerman Osteuropa dalam editorialnya baru-baru ini, pada Pemilu Eropa Mei lalu "ketika Fidesz dan Partai PiS (yang berkuasa di Polandia) menang dengan mengusung kampanye anti-Brussels, pemilih Rumania menghukum pemerintah dan mengirim sinyal pro-Eropa" .

Kekalahan besar pada Pemilu Mei menambah serangkaian kesusahan bagi pemerintahan Dancila yang akhirnya dijatuhkan oleh parlemen bulan lalu.

Belum lama pekan parlemen memberikan dukungan kepada pemerintah pimpinan Ludovic Orban dari PNL.

Iohannis, yang berasal dari etnis minoritas Jerman di negara itu, pertama kali terpilih pada 2014 dan luas dianggap bakal memenangkan masa jabatan lima tahun kedua dalam Pemilu putaran kedua 24 November.

Total ada 14 kandidat yang bertarung dan 18,2 juta orang memenuhi syarat memilih.

TPS akan dibuka pukul 07.00 waktu setempat (05.00 GMT) pada Minggu dan ditutup pada 21.00. Exit poll diharapkan keluar segera sesudahnya.