Pemimpin Jihad Islam Palestina dimakamkan di Suriah

DAMASKUS, Suriah (AP) - Mantan kepala gerakan Jihad Islam Palestina dimakamkan pada Minggu di ibukota Suriah, Damaskus, sehari setelah dia meninggal dunia karena lama sakit. Dia berusia 62 tahun.

Ramadan Shallah ada dalam "daftar buronan" tersangka teroris yang paling diburu AS dengan imbalan 5 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah kepada penangkapan atau hukumannya.

Ratusan orang menghadiri pemakaman Shallah, yang koma selama lebih dari tiga tahun setelah operasi jantung. Kelompok itu tidak mengatakan di mana dia meninggal dunia, namun dia diyakini berada di Lebanon.

Shallah dimakamkan setelah salat dzuhur di kamp pengungsi Palestina Yarmouk di Damaskus. Pemakamannya dihadiri para pejabat Palestina yang berbasis di Suriah.

Shallah memimpin kelompok yang didukung Iran selama lebih dari 20 tahun, setelah pendirinya, Fathi Shikaki, ditembak mati di Malta dalam serangan 1995 yang luas dikaitkan dengan Israel. Pada 2018, kelompok itu menunjuk wakil Shallah, Ziad al-Nakhalah, sebagai pemimpin baru.

Jihad Islam Palestina memiliki kantor di Suriah dan Lebanon, tetapi sebagian besar kegiatannya difokuskan di kantong Palestina di Jalur Gaza.

"Kami berikrar melanjutkan rute perlawanan sampai kami membebaskan Palestina bersama sekutu-sekutu di Suriah, Iran dan Hizbullah," kata al-Nakhalah kepada TV Al-Mayadeen yang berbasis di Beirut selama pemakaman.

Tahun lalu, gerakan ini mengambil bagian dalam beberapa putaran perang sengit dengan Israel. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir kelompok ini tetap berkomitmen kepada gencatan senjata tidak resmi yang ditengahi oleh mediator regional Israel dan Hamas yang merupakan kelompok Islam yang lebih besar yang memerintah Gaza.

Jihad Islam Palestina sebelumnya mengambil bagian dalam berbagai pemboman bunuh diri, penembakan dan serangan roket yang menewaskan puluhan warga Israel.