Pemimpin Negara G7 Janji Akan Satu Suara Soal Taliban

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kabul - Para pemimpin negara-negara maju G7 diharapkan untuk berjanji dan memberikan satu suara, apakah akan secara resmi mengakui atau memberikan sanksi kepada Taliban ketika mereka bertemu secara virtual untuk membahas Afghanistan pada Selasa (24/8), menurut dua sumber diplomatik.

"Para pemimpin G7 akan setuju untuk berkoordinasi mengenai apakah atau kapan mengakui Taliban," kata seorang diplomat Eropa, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (24/8/2021).

"Dan mereka akan berkomitmen untuk terus bekerja sama secara erat."

Pengambilalihan secepat kilat oleh Taliban atas Afghanistan bulan ini, setelah pasukan AS mulai mundur dan Presiden Ashraf Ghani melarikan diri, membuat pemerintah asing berebut dan memicu eksodus massal dari negara itu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Inggris Dorong Sanksi untuk Taliban

Pejuang Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut Presiden Afghanistan Ghani telah pergi ke Tajikistan. (AP Photo/Zabi Karimi)
Pejuang Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut Presiden Afghanistan Ghani telah pergi ke Tajikistan. (AP Photo/Zabi Karimi)

Inggris percaya G7 harus mempertimbangkan sanksi ekonomi dan menahan bantuan jika Taliban melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai surga bagi militan, menurut seorang pejabat pemerintah Inggris, yang berbicara dengan syarat anonim.

Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu bahwa Taliban tidak mengambil tindakan apa pun terhadap pasukan AS yang mengendalikan bandara Kabul, dan sebagian besar telah memenuhi janji mereka untuk membiarkan orang Amerika mencapai bandara dengan selamat.

Ketika ditanya apakah dia akan mendukung dorongan Inggris untuk sanksi jika Taliban melakukan pelanggaran, Biden berkata, "Jawabannya adalah ya. Itu tergantung pada perilakunya."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel