Pemimpin perempuan dinilai penting bagi keberlanjutan bisnis BUMN

·Bacaan 2 menit

Kementerian BUMN menilai kepemimpinan perempuan penting dalam keberlanjutan bisnis BUMN untuk terus maju dan bertransformasi ke arah yang lebih baik.

"Dilihat dari aspek keberlanjutan bisnis, kehadiran perempuan sebagai pucuk pimpinan di perusahaan itu menjadi sangat penting dalam memastikan BUMN ini dapat terus maju dam bertransformasi untuk lebih baik lagi," ujar Deputi SDM dan TI Kementerian BUMN Tedi Bharata dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin.

Menurut Tedi, apabila perusahaan dalam hal ini pengambil keputusannya berasal dari latar belakang yang berbeda, memiliki riwayat dan kompetensi yang berbeda-beda maka itu akan menghasilkan keputusan yang lebih dinamis dan baik daripada yang berasal dari satu latar belakang, satu gender dan hal-hal lainnya.

"Artinya apa? Kalau kehadiran perempuan sebagai pemimpin-pemimpin perusahaan nanti akan menghadirkan nuansa baru, cara pandang baru," katanya.

Kementerian BUMN sudah memulai pada tahun lalu di mana Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan dan generasi muda merupakan salah satu agenda transformasi yang utama.

"Ini merupakan bagian dari transformasi SDM yang akan dan sedang dilakukan di Kementerian BUMN. Ada banyak aspek dan elemen yang bisa dilihat terkait dengan hal ini, terkait dengan transformasi bisnis dan juga keberlanjutan bisnis itu sendiri," ujarnya.

Berangkat dari ide awal itu, menurut Tedi Bharata, Kementerian BUMN berkomitmen lebih peka terhadap isu-isu kesetaraan gender dan perempuan. Ketika Srikandi BUMN menghadirkan atau menyampaikan rencana kerjasama dengan Plan International Indonesia, kementerian sangat setuju karena sejalan dengan kebijakan Kementerian BUMN.

"Jadi ada dua aspek di sini, pertama bagaimana kita mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kepemimpinan perempuan dan generasi muda. Namun di sisi lain kita secara internal melakukan transformasi kebijakan yang mendukung lahirnya kepemimpinan perempuan dan generasi muda," kata Tedi.

Hal tersebut, lanjut dia, sudah mulai dijalankan Kementerian BUMN sejak tahun lalu, di mana dari talent pool dipastikan ada presentase tertentu untuk perempuan dan generasi muda.

"Ini harapannya benar-benar nanti kita akan mencapai pada target-target untuk kepemimpinan muda dan perempuan," kata Tedi.

Baca juga: 6 perempuan millenial akan gantikan Erick Thohir jadi menteri sehari
Baca juga: Kementerian BUMN: Ciptakan pemimpin-pemimpin cakap teknologi
Baca juga: Wamen: Keberagaman gender dan usia pemimpin penting untuk majukan BUMN

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel