Pemkab Aceh Utara anggarkan Rp3,1 miliar untuk bantuan sosial

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menganggarkan Rp3,1 miliar untuk bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Aceh Utara Fuad Mukhtar di Lhokseumawe, Jumat, mengatakan anggaran Rp3,1 miliar tersebut merupakan kewajiban pemerintah daerah dalam memberikan bantuan sosial bagi masyarakat.

"Bantuan sosial tersebut menyasar 132 penerima kegiatan usaha ekonomi produktif dengan nilai Rp1,26 miliar dan 35 kelompok usaha bersama sebesar Rp1,85 miliar," kata Fuad Mukhtar.

Ia mengatakan bantuan sosial tersebut sudah disalurkan dengan realisasi mencapai 98 persen. Secara umum seluruh kegiatan penyaluran bantuan juga sudah dilaksanakan sesuai alokasi anggaran.

Fuad Mukhtar menyebutkan, pihaknya terus mengevaluasi langsung ke lapangan guna memastikan bantuan tersebut bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: Polda Aceh salurkan 10 ribu paket bantuan sosial

Baca juga: PKK Aceh serahkan bansos untuk korban KDRT dan pelecehan seksual

"Evaluasi terus kami lakukan, apalagi setelah pandemi COVID-19 dan kenaikan BBM. Hasil evaluasi, banyak di antara penerima mampu bertahan secara ekonomi dengan bantuan yang diberikan," katanya.

Fuad Mukhtar mengatakan ada juga yang tidak bisa memanfaatkan bantuan tersebut untuk peningkatan ekonomi. Namun, itu semua tergantung kepada individu dan kelompok dalam mengelola bantuan.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Aceh Utara itu menambahkan masih banyak warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi mereka.

Hal tersebut menjadi kendala karena keterbatasan anggaran yang ada, sehingga penyaluran bantuan sosial harus benar-benar tepat sasaran.

Baca juga: Wapres serahkan bantuan sosial kepada masyarakat di Aceh

"Untuk mengurangi angka kemiskinan adalah dengan memberdayakan masyarakat agar mampu keluar dari garis kemiskinan dengan usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan sosial," katanya.

Pada 2023, kata Fuad Mukhtar, pihaknya berupaya bantuan sosial tersebut dapat ditingkatkan agar warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan sosial dapat terbantu.

"Selain itu juga diharapkan anggaran untuk bencana sosial dapat meningkat, mengingat Kabupaten Aceh Utara rawan bencana alam seperti banjir, puting beliung, tanah longsor dan kebakaran," kata Fuad Mukhtar.

Baca juga: Dinas di Aceh sebut tak ada lagi bansos dampak COVID-19 pada 2022

Baca juga: Difabel Banda Aceh terima bantuan peralatan coffee shop dari Kemensos