Pemkab Bangka Tengah tekan kasus stunting secara konvergensi

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berupaya menekan angka kasus stunting secara konvergensi dengan melibatkan berbagai komponen hingga ke tingkat desa.

"Kasus stunting menjadi atensi kita di bidang kesehatan dan kita sudah membentuk tim percepatan pencegahan stunting," kata Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemkab Bangka Tengah, Wahyu Nurrakhman di Koba, Jumat.

Wahyu juga menjelaskan bahwa komitmen bersama dalam menekan kasus stunting atau gagal tumbuh kembang bagi anak usia balita, juga sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 10/M.PPN/HK/02/2021 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi 2022.

"Kabupaten Bangka Tengah bersama Kabupaten Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang menjadi kabupaten/kota Perluasan Lokasi Fokus dalam percepatan penurunan stunting," jelas Wahyu.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin minta Babel optimalkan Rp67 miliar atasi kekerdilan

Baca juga: Penangangan "stunting" berhasil, Presiden akan kunjungi Belitung Timur

Ia mengatakan, bentuk komitmen Pemkab Bangka Tengah untuk mengimplementasikan intervensi penurunan stunting terintegrasi adalah dengan menetapkan Keputusan Bupati Bangka Tengah Nomor: 188.45/197.2/BAPPELITBANGDA/2022 tentang Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Saat ini berdasarkan data Dinkes Bangka Tengah tercatat kasus stunting pada 2021 sebesar 3,31 persen, sementara kasus 2022 belum dirilis.

Ada beberapa aksi konvergensi dalam penanganan stunting terintegrasi yaitu analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, perbup/perwako kewenangan desa, pembinaan kader pembangunan masyarakat, manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, dan review kinerja tahunan.

"Jadi konvergensi dalam penanganan stunting fokus pada capaian zero new stunting,” ujarnya.

Menurut dia, konvergensi intervensi pada sasaran adalah bahwa setiap ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, dan anak usia 0-23 bulan mendapatkan akses layanan atau intervensi yang diperlukan untuk penanganan stunting secara terintegrasi.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin inginkan Babel jadi provinsi terbaik di Indonesia
Baca juga: TPPKK - Pemprov Babel fokus atasi stunting
Baca juga: Ketua IIP BUMN apresiasi IIKT tangani stunting di Babel

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel