Pemkab Banyuwangi Siap Anggarkan Dana Vaksinasi COVID-19 dari APBD

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Meynikapi arahan Presiden Joko Widodo untuk menggratiskan vaksin COVID-19, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, siap mengalokasikan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021 sebagai pendukung dana dari APBN.

"Kami siap melakukan refocusing anggaran terkait pelaksanaan vaksinasi, mulai dari instrumen pendukungnya atau bila memang diinstruksikan pusat untuk pengadaan vaksin sehingga masyarakat Banyuwangi bisa mendapatkan layanan vaksin COVID-19," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meninjau simulasi pelaksanaan vaksin COVID-19 di Puskesmas Sempu, Kamis, 17 Desember 2020.

Ia mengaku masih belum mengetahui seberapa besar realokasi anggaran akan dilakukan, karena hingga saat ini pemerintah daerah masih menunggu ketentuan teknis dari pemerintah pusat, dilansir dari Antara.

"Prinsipnya daerah tentu siap melakukan realokasi APBD untuk mendukung program vaksinasi tersebut. Saat ini kami menunggu arahan lebih detail dari pemerintah pusat," tuturnya.

Azwar Anas meninjau pelaksanaan simulasi vaksinasi di Puskesmas Sempu untuk memastikan seluruh puskesmas telah menyiapkan petugas dan peralatan pendukung untuk pelaksanaan vaksin COVID-19.

"Saya kira semua puskesmas sudah menyiapkan ini dengan baik, terima kasih para tenaga kesehatan. Alur pelaksanaan hingga alat-alat penyimpan juga sudah tersedia. Jadi, sewaktu-waktu instruksi pelaksanaan vaksin dari pusat turun, kami sudah siap semua," ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Persiapan Dinkes Banyuwangi

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan untuk pelaksanaan vaksinasi gratis yang rencananya bakal dimulai tahun depan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan.

Sebanyak 45 puskesmas yang ada di Banyuwangi telah memiliki peralatan untuk menunjang pelaksanaan vaksin, mulai dari cold chain, vaccine carrier, bahan medis habis pakai hingga peralatan suntik.

"Pada intinya, Dinas Kesehatan sudah menyiapkan peralatan pendukung untuk pelaksanaan vaksin ini. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jumlah peralatan yang dibutuhkan mengingat program ini nanti sasarannya seluruh warga," paparnya.

Ia menambahkan sudah ada 90 vaksinator dari 45 puskesmas yang telah mengikuti pelatihan sebagai petugas vaksin COVID-19.

"Setiap puskesmas sudah ada dua vaksinator yang telah mengikuti pelatihan, selanjutnya mereka yang telah mengikuti pelatihan wajib menularkan ilmunya kepada rekan sejawatnya yang lain," katanya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini