Pemkab Bekasi Ancam Pidanakan Perusahaan Buang Limbah ke Kali

Merdeka.com - Merdeka.com - Naik perahu karet, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan turun ke Kali Sadang, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Rabu (1/6). Mengenakan topi, pelampung dan kacamata, dia tak segan membersihkan sampah di bawah jembatan kali yang menumpuk.

Dani dilantik sebagai penjabat Bupati Bekasi pada 23 Mei lalu. Dia dilantik oleh Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

Dani Ramdan pernah jadi Penjabat Bupati Bekasi selama tiga bulan pada 22 Juli-27 Oktober 2021. Awal karir Dani Ramdan dimulai sebagai pejabat Bappeda Jabar. Kemudian berdinas di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat.

Saat ini, dia menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar.

Dani ultimatum perusahaan pembuang limbah. Agar lebih berhati-hati mengelola limbah cair. Sehingga tidak merugikan warga sekitar.

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengancam akan pidanakan perusahaan yang sengaja melakukan pencemaran air dengan membuang limbah sisa hasil produksi ke aliran sungai.

"Semoga dengan tindakan kunjungan saya ini, para pengelola pabrik sekarang harus berhati-hati. Karena, mereka akan berhadapan dengan kami, pihak pemerintah," katanya saat meninjau Kali Sadang di Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, dikutip dari Antara, Rabu (1/6).

Dia mengatakan, kunjungan ini sebagai tindak lanjut pengaduan warga yang menyebutkan perubahan warna air Kali Sadang menjadi kemerahan akibat diduga tercemar limbah pabrik.

Menurut dia, pelaku pencemaran aliran sungai dapat dikenakan pasal tindak pidana. Karena telah melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan perundang-undangan dan dilakukan dalam kondisi sengaja.

"Pencemaran ini jelas melanggar ketertiban umum, bahkan bisa berdampak lebih luas lagi. Kita harus tegas terhadap oknum pelanggar ini," ucapnya.

Investigasi

Dani mengaku telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi melakukan investigasi terkait dugaan pencemaran Kali Sadang.

"Pembuang limbah saat ini masih dalam penyelidikan, diduga ada seorang atau perusahaan membuang limbah ini ke pabrik membawa tangki," katanya.

Dia juga menginstruksikan, jajaran perangkat daerah terkait untuk meningkatkan supervisi kepada perusahaan-perusahaan yang berlokasi di sekitar aliran sungai tersebut.

"Itu yang membuat air seperti ini, tentu harus ada langkah preventif agar tidak terjadi kembali. Saya sudah instruksikan Dinas Lingkungan Hidup meningkatkan pengawasan di sini dengan patroli atau kunjungan rutin maupun menggunakan alat seperti kamera pengawas CCTV atau apapun," katanya.

Secara khusus Dani meminta kepada masyarakat sekitar membantu pihaknya melakukan pengawasan mengingat keterbatasan melakukan tugas pemantauan secara rutin.

"Yang kedua, saya meminta bantuan masyarakat sekitar, karena mereka di sini yang paling terdampak. Jadi, apabila ada indikasi mencurigakan, langsung laporkan ke kami agar segera bisa ditangkap tangan. Karena, kalau tangkap tangan prosesnya bisa lebih cepat. Tapi, kalau belum ketahuan sumbernya, ini akan lama," kata dia. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel