Pemkab Bogor manfaatkan penduduk usia kerja untuk kegiatan ekonomi

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyatakan akan memanfaatkan peningkatan jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, guna memacu kegiatan perekonomian daerah.

"Kondisi ini menunjukkan adanya peluang penduduk usia kerja yang bisa dimanfaatkan dan aktif dalam kegiatan ekonomi," kata Iwan di Bogor, Rabu.

Berdasarkan data sensus penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), komposisi penduduk Kabupaten Bogor dengan proporsi usia kerja (15-64 tahun) meningkat dari 54,70 persen pada tahun 1980 menjadi 69,96 persen pada tahun 2020.

Iwan menganggap, kondisi tersebut menjadi harapan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Pasalnya, Pemkab Bogor sedang berupaya membangkitkan perekonomian daerahnya yang sempat anjlok akibat pandemi COVID-19.

Ia bersyukur laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kabupaten Bogor kembali naik signifikan 5,25 persen atau menjadi 3,48 persen. Pasalnya, tahun 2020 angkanya anjlok menjadi minus (-)1,7 persen dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 5,85 persen.

Tak hanya itu, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bogor tahun 2021 pun tembus di angka Rp245,22 triliun, jauh lebih tinggi dari tahun 2020 yang senilai Rp236,15 triliun dan tahun 2019 senilai Rp237,2 triliun.

"Ini buah kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan stakeholder tentunya," kata Iwan.

Ia menyebutkan, indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Bogor juga mulai pulih ke angka 70,48 poin di tahun 2021. Tahun 2020 IPM Kabupaten Bogor anjlok ke angka 70,40 poin dari sebelumnya 70,65 poin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel