Pemkab Cianjur kerahkan puluhan petugas pantau pemotongan hewan kurban

Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengerahkan puluhan petugas kesehatan hewan dan enam orang dokter hewan ke sejumlah lokasi pemotongan hewan kurban, sebagai upaya memastikan kesehatan hewan yang hendak disembelih.

Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai, saat dihubungi Minggu, mengatakan petugas yang melakukan pengawasan termasuk memberikan vaksinasi untuk hewan kurban yang akan disembelih, sudah berjalan sejak beberapa hari terakhir sebagai upaya mencegah menyebarnya Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).

"Hari ini seluruh petugas dibantu pendamping mendatangi sejumlah titik untuk memastikan hewan kurban yang akan disembelih dalam kondisi sehat dan tidak terpapar penyakit. Beberapa hari sebelumnya hewan yang akan disembelih sudah mendapatkan vaksinasi," katanya.

Ia menjelaskan, untuk mencegah merebaknya PMK di sejumlah wilayah di Cianjur, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan dan pendataan, sehingga hewan kurban yang terpapar tidak dijual belikan atau dipotong sampai dinyatakan sembuh.

Bahkan beberapa peternakan dihentikan seluruh kegiatannya sementara termasuk jual beli sampai hewan ternak yang mereka miliki dinyatakan sehat. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah menyebar luasnya virus PMK ke hewan kurban di peternakan lainnya.

"Sampai Minggu petang, belum ada laporan dari petugas yang menemukan hewan kurban yang terpapar PMK, kami berharap ribuan hewan kurban yang dipotong hari ini dalam kondisi sehat dan sesuai dengan syariat agama," katanya.

Pihaknya juga mengimbau warga yang hendak mengkonsumsi daging kurban terlebih dahulu merebus dengan air mendidih selama 30 menit sesuai anjuran kementerian kesehatan agar virus yang ada di dalam daging mati dan daging layak konsumsi.

"Karena sudah tradisi saat hari raya kurban banyak yang warga yang membakar daging dalam bentuk sate. Dianjurkan jangan langsung dibakar, namun direbus terlebih dahulu dengan air mendidih, untuk menghilangkan virus yang ada di dalam daging," katanya.

Baca juga: Puluhan ekor sapi di Cianjur mati karena PMK

Baca juga: Seratusan lebih ekor sapi terjangkit PMK di Cianjur

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel