Pemkab Cirebon berangkatkan 20 KK ikuti program transmigrasi

Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memberangkatkan 53 orang dari 20 kepala keluarga (KK) untuk mengikuti program transmigrasi ke Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

"Ada 53 jiwa dari 20 KK yang mengikuti program transmigrasi," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Hilmi Rivai di Cirebon, Kamis.

Hilmi mengatakan seharusnya program transmigrasi ke Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat yang akan diikuti oleh 22 KK itu diberangkatkan pada tahun 2019, namun tertunda dikarenakan adanya pandemi COVID-19.

Kemudian lanjut Hilmi, program tersebut baru bisa direalisasikan pada tahun 2022 ini dan diharapkan mereka yang akan berangkat transmigrasi dapat beradaptasi dengan baik dan bisa mengubah keadaan ekonomi.

Baca juga: Pemkab Kobar siapkan 1.172,4 hektare lahan untuk transmigrasi

Baca juga: OPD Sulbar diminta kembangkan kawasan transmigrasi di Mamasa

Hilmi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon sangat mendukung warga yang mengikuti program transmigrasi, untuk itu sebelum keberangkatan pada bulan Oktober nanti, semua persiapan harus matang.

"Untuk itu kami undang instansi terkait untuk membahas semua persiapan, agar semuanya aman sampai tujuan," tuturnya.

Hilmi menambahkan 22 KK yang mengikuti program transmigrasi di Kabupaten Pasangkayu, sudah disediakan semua kebutuhan, mulai dari tempat tinggal, dan juga lahan yang akan dikerjakan.

"Nanti di sana mereka akan mendapatkan rumah semi permanen ukuran 36 meter persegi, dan lahan tambak," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon Novi Herdrianto memastikan sebelum diberangkatkan, puluhan calon transmigran juga dibekali sejumlah keterampilan serta kelengkapan dari sisi kebutuhan administrasi.

"Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Pasangkayu, sudah menjalin kerja sama dan koordinasi. Kesiapan ini menjadi penting karena sebelum diberangkatkan para calon transmigran ini harus benar-benar siap," katanya.

Baca juga: Bantul berangkatkan transmigran dukung pengembangan pusat ekonomi

Baca juga: Pemkot Pekalongan berangkatkan satu keluarga transmigrasi ke Gorontalo

Baca juga: Kemendes PDTT: Penempatan transmigran tiap tahun belum ideal