Pemkab Garut Siapkan Skema Subsidi untuk Sopir jika Tarif Angkot Tak Naik

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Garut, melalui Dinas Perhubungan, tengah menyusun rencana penyesuaian tarif angkutan perkotaan (angkot) menyusul naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Bila tarif tak dinaikkan, mereka pun berencana memberikan subsidi kepada para sopir.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Aah Anwar mengatakan pertemuan terkait tarif angkot hari ini akan dihadiri Bupati Garut Rudy Gunawan. Pembahasan yang dilakukan sesuai dengan kesepakatan dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut yang memberi waktu dua hari setelah mereka membatalkan rencana aksi mogok.

"Kita minta waktu ke Organda 2 hari, agar tidak mogok, semoga hari ini sudah siap (terkait kenaikan tarif angkutan). Kita akan upayakan percepat kenaikan tarif agar tidak ada subsidi (bagi sopir angkot)," kata Aah, Selasa (6/9).

Subsidi Bergantung Jarak Tempuh

Skema subsidi bagi sopir angkot, dijelaskan Aah, memang sudah disiapkan bila kemudian hasil dari pembahasannya menunjukkan tidak ada kenaikan tarif angkot. Namun di antara pilihan subsidi dan kenaikan tarif, Organda Garut dalam pertemuan terakhir meminta kenaikan tarif.

Dia memaparkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan imbauan terkait kenaikan tarif angkutan. Kenaikan tarif angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) mulai 15 hingga 30 persen.

Mengenai subsidi untuk sopir angkot, Aah mengakui perencanaannya tengah disusun, termasuk nominal yang akan diberikan dan jumlah sopir penerimanya. "Yang akan diberi yang operasional hasil dari perhitungan Organda," ungkapnya.

Untuk jumlah subsidi yang akan diberikan, akan dihitung dari jarak setiap jalur yang dilewati sopir angkot. Karena itu dipastikan jumlah uang subsidi yang akan diterima para sopir angkot akan berbeda-beda.

"Jumlahnya masih dalam penyusunan. Mekanisme pemberiannya tergantung pimpinan, mau beberapa hari, dan sebetulnya itu diberikan kalau di lapangan tidak boleh naik tarif. Kalau ada kenaikan tarif kita lihat nanti kondisi di lapangan seperti apa, nanti hasil pertemuan dengan terakhir Organda seperti apa," pungkasnya. [yan]