Pemkab Gresik jadikan Bawean contoh penanggulangan kemiskinan

Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadikan dua kecamatan di Pulau Bawean, yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak sebagai lokasi percontohan percepatan penanggulangan kemiskinan.

"Pulau Bawean beserta 30 desa ke depan harus semakin maju berkembang, dan segenap potensi wisata dan ekonomi mesti dipacu perkembangannya guna penanggulangan kemiskinan," kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Gresik, Rabu.

Aminatun Habibah pada Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Balai Desa Sungai Teluk, Kecamatan Sangkapura mengatakan Pemkab Gresik sangat tinggi perhatiannya kepada kecamatan yang ada di Bawean. Sejumlah kegiatan besar meski secara biaya lebih tinggi telah dilakukan di Bawean.

Baca juga: Khofifah: Penurunan kemiskinan di Jatim wujud ikhtiar seluruh elemen

"Pada Mei 2022 lalu, MTQ (Mushabaqoh Tilawatul Quran) telah dilaksanakan di Bawean, ke depan Jambore Pramuka Insya Allah akan dilaksanakan juga di Bawean. Ini untuk percepatan penanggulangan kemiskinan pilot project-nya di Bawean juga. Jadi Pemkab Gresik sangat perhatian pada Bawean," kata Bu Min panggilan akrab Aminatun Habibah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gresik Abu Hassan mengatakan pihaknya secara khusus akan mengupayakan agar semua desa yang berstatus berkembang di Gresik yang mencapai 21 desa harus naik status jadi desa maju pada 2023.

"Dari 21 desa berkembang di Gresik, ada 13 desa berstatus berkembang yang terdiri lima desa berlokasi di Kecamatan Tambak dan delapan desa ada di Kecamatan Sangkapura mesti jadi Desa Maju statusnya pada survei IDM 2023," kata Hassan.

Baca juga: Khofifah siapkan program pengentasan kemiskinan, prioritas 10 kabupaten ini

Hassan menjelaskan, target menuntaskan status desa berkembang di Gresik ini telah menjadi komitmen Pemkab Gresik, dan telah menyatakan ke publik agar 21 desa berkembang di wilayah itu pada 2023 bisa naik status, sehingga Kabupaten Gresik akan terbebas dari status desa berkembang.

Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TA PM) Gresik Bakron Hadi mengatakan, seluruh Tim Pendamping Profesional di wilayah Gresik akan memfasilitasi proses perubahan status desa berkembang baik yang 13 desa di Bawean maupun di Kecamatan Benjeng (6 desa) serta masing-masing 1 desa di Kecamatan Cerme dan Kecamatan Kedamean.

"Semua TPP Kabupaten Gresik, baik Tim TA PM maupun Pendamping Desa serta Pendamping Lokal Desa di 5 kecamatan masing-masing Sangkapura, Tambak, Benjeng, Kedamean, dan Cerme akan mendampingi desa-desa berkembang itu dalam rangka memastikan naik statusnya jadi desa maju," kata Bakron.

Baca juga: Program Mangga Petrokimia Gresik dinilai cepat pulihkan ekonomi rakyat

Bakron optimistis sebanyak 13 desa di Bawean serta delapan desa di daratan Kabupaten Gresik pada 2023 akan naik statusnya jadi desa maju.

"Semua TPP di lima kecamatan tersebut telah dibekali untuk melakukan pendampingan secara simultan termasuk memastikan rekomendasi Survei IDM 2022 bisa diwujudkan dalam program kerja desa pada rincian APBDesa 2023," kata Bakron.