Pemkab Gunung Kidul masih tutup seluruh objek wisata

·Bacaan 1 menit

Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menutup seluruh objek wisata sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

"Sampai ada kebijakan pemerintah pusat mengizinkan objek wisata dibuka, maka kami buka. Kami menjalankan Intruksi Mendagri tentang PPKM terbaru, salah satunya penutupan objek wisata," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono di Gunung Kidul, Rabu.

Ia mengatakan saat ini, pihaknya masih menutup seluruh akses masuk ke kawasan wisata seperti kawasan pantai dan desa wisata. Wisatawan yang nekat datang tetap tidak diperbolehkan masuk ke kawasan wisata. Dispar mengimbau kepada wisatawan untuk tidak nekat datang ke kawasan wisata akan diminta putar balik oleh petugas dan tidak diperbolehkan masuk.

Harry mengatakan tidak mempermasalahkan tidak adanya pemasukan dari PAD wisata, yang terpenting kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat dan wisatawan sendiri. "Yang jelas ini untuk kebaikan semua dalam masa pandemi ini agar pengendalian lebih maksimal," kata Harry.

Sementara itu, petugas jaga TPR JJLS, Wijang Antok mengatakan sudah tidak ada wisatawan dari luar kota yang hendak masuk ke objek wisata khususnya pantai selatan. Mereka yang keluar masuk hanya warga lokal seperti nelayan dan petani.

"Meski demikian, sejumlah petugas pos retribusi dan petugas lainnya hingga saat ini tetap melakukan penjagaan. Jika nantinya ada wisatawan yang hendak masuk, langsung dihalau dan diminta putar balik," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel