Pemkab Jember Ancam Polisikan Perusahaan Tambang karena Masalah Portal

Merdeka.com - Merdeka.com - Hubungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dengan grup perusahaan pertambangan dan semen, Imasco memanas. Pemkab Jember rencananya akan mengirimkan surat peringatan kepada Imasco agar segera membongkar portal yang mereka bangun sejak Rabu (11/5), di kawasan penambangan Gunung Sadeng, Kecamatan Puger.

"Kamis (12/5) kita kirim surat, kita beri waktu 1x 24 jam untuk segera membongkar portal itu. Jika tidak, kita akan laporkan ke polisi," ujar Sekda Jember Mirfano saat dikonfirmasi.

Kepada awak media, Mirfano menunjukkan sebuah foto yang diambil jajarannya di kawasan Gunung Sadeng. Tampak dalam foto tersebut, sebuah portal yang baru dibangun di kawasan penambangan yang arealnya dimiliki Pemkab Jember.

"Kawasan tersebut statusnya bersertifikat Hak kawasan tersebut diklaim berstatus Hak Pakai milik Pemkab sejak tahun 2013. Karena itu kami mengingatkan bahwa perusahaan tersebut harus berkoordinasi atau meminta izin dulu kepada pemkab, jika ingin membangun infrastruktur seperti jalan atau papan peringatan," tegas Mirfano.

Imasco melalui PT Imasco Semen Asiatic merupakan produsen semen yang sebagian besar sahamnya dimiliki Hongshi Holding Group asal China. Perusahaan ini sudah belasan tahun melakukan aktivitas penambangan di Gunung Sadeng sebagai bahan baku semen, bersama sejumlah perusahaan lain.

Namun sejak awal menjabat sebagai bupati Jember, Hendy Siswanto berupaya menertibkan dan mengkaji ulang perizinan penambangan di Gunung Sadeng. Sebab Pemkab Jember menilai, setoran yang diberikan para pemegang Izin Usaha Penambangan (IUP) tersebut terlalu kecil untuk kas daerah.

"Selain itu, kami juga menduga, Imasco melakukan aktivitas pertambangan di luar kawasan izin usaha produksi (IUP) yang dimiliki. Sebelumnya, mereka juga melakukan aktivitas peledakan (sebagai bagian dari proses penambangan) di bekas lahan HPL dari PT Dwijoyo Utomo. Padahal itu izinnya sudah kami cabut," papar Mirfano.

Karena itu, rencananya Pemkab Jember pekan depan akan memanggil manajemen PT Imasco untuk membicarakan pola kerja sama yang lebih menguntungkan.

Dikonfirmasi terpisah, humas PT Imasco, Sugianto membantah tudingan pihaknya memasang portal secara sepihak. Pemasangan tersebut menurut Sugianto dilakukan karena perusahaan tersebut sedang melakukan pengecoran untuk perbaikan jalan.

"Jadi kami memasang portal untuk perbaikan jalan atas permintaan warga desa setempat kepada perusahaan," papar Sugianto saat dikonfirmasi melalui telepon.

Imasco kemungkinan akan menolak deadline pembongkaran 1x24 jam yang ditetapkan Pemkab. "Kan baru kita cor jalannya. Mana bisa dalam 1 hari, pengecoran jalan langsung kering. Paling tidak 10 hari lah, " tutur Sugianto.

Imasco enggan berkomentar soal tudingan melakukan penambangan di luar kawasan yang dimiliki. Saat ditanya lebih lanjut soal undangan Pemkab Jember untuk membicarakan lebih lanjut pola kerja sama yang lebih berkeadilan bagi pemkab, Sugianto langsung menutup telepon.

Upaya penataan ulang terhadap penambangan di Gunung Sadeng terus digencarkan Pemkab Jember. Mirfano menyebut, total Pemkab Jember memiliki sertifikat hak pakai seluas 190 hektare di gunung yang kaya akan kandungan batu kapur dan mineral lain. Sertifikat hak pakai tersebut diserahkan pengelolaan kepada 19 perusahaan sejak tahun 2015.

Mirfano memperkirakan, potensi pendapatan penambangan batu kapur di Gubung Sadeng mencapai Rp300 miliar per tahun. Namun pada 2021, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima Pemkab Jember dari Gunung Sadeng secara keseluruhan hanya mencapai Rp4,9 miliar. Adapun PAD pada tahun-tahun sebelumnya dari Gunung Sadeng lebih kecil lagi.

"Kami evaluasi lagi, perusahaan-perusahaan tambang yang selama ini bekerjasama dengan Pemkab di Gunung Sadeng," pungkas Mirfano. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel