Pemkab Jember pasang 10 EWS untuk kesiagaan bencana banjir bandang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan memasang sebanyak 10 Early Warning System (EWS) di empat aliran sungai besar di Kabupaten Jember, Jawa Timur sebagai upaya kesiagaan dalam menghadapi bencana banjir bandang di wilayah setempat.

"EWS tersebut akan berbunyi ketika debit air sungai menyentuh 80 cm yang artinya bahaya banjir akan terjadi, sehingga masyarakat dapat segera melakukan evakuasi diri ke tempat yang aman," kata Bupati Jember Hendy Siswanto usai meninjau EWS di hulu Sungai Kalijompo, Senin.

Bupati Jember bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pengecekan EWS di Sungai Kalijompo yang berada di kawasan perkebunan di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi karena lokasi itu merupakan salah satu daerah aliran sungai (DAS) besar di Kabupaten Jember.

"EWS itu dibuat oleh teman-teman dari Fakultas Teknik Universitas Jember dan kami ajukan ke Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi untuk bisa mendapatkan pengesahan bahwa itu merupakan produk asli Jember," tuturnya.

Baca juga: Polres Jember pasang EWS banjir di tujuh titik
Baca juga: Sistem EWS BPPT pantau banjir dan longsor dukung kesiapsiagaan bencana

Ia menjelaskan pihaknya juga telah memeriksa kesiapan EWS dan ada penanda ketinggian air disertai CCTV, sehingga ketika air mulai meninggi, maka EWS akan langsung berbunyi dan memberikan peringatan kepada warga sekitar dan alat tersebut juga menggunakan solar cell, sehingga tetap aktif tanpa suplai listrik PLN.

"Sebenarnya kami membutuhkan banyak EWS lebih banyak yang nantinya segera dipasang di setiap titik lokasi rawan bencana banjir di empat sungai besar yang mengelilingi Jember," katanya.

Menurutnya pihaknya akan mendukung para tim penemu itu untuk bisa menghasilkan lebih banyak alat serupa karena beberapa daerah di luar Jember juga membutuhkan EWS dalam kewaspadaan terhadap banjir bandang.

"Jajaran Forkompinda, seluruh stakeholder, dan para relawan ikut bergabung, sehingga seluruh pihak memang harus bahu membahu dalam melakukan antisipasi penanggulangan bencana," ujarnya.

Selain mengecek EWS banjir, Hendy bersama sejumlah pihak juga melakukan penanaman ribuan rumput vetiver yang tingginya bisa mencapai sekitar 1 meter tetapi akarnya bisa sampai 5 meter untuk antisipasi banjir.

Baca juga: BPBD Bantul: Sistem peringatan dini banjir dan longsor berfungsi baik

Baca juga: BMKG pasang pengukur tinggi air laut dekat Anak Krakatau

Baca juga: BPBD Belitung aktifkan alat deteksi dini bencana banjir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel