Pemkab Lebak kembangkan benih padi produktivitas tinggi

Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengembangkan benih produktivitas tinggi guna memenuhi ketersediaan pangan nasional juga peningkatan ekonomi petani.



"Pengembangan benih produktivitas tinggi itu adalah bukti bahwa Lebak menjadi lumbung pangan di Provinsi Banten," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Jumat.



Pemerintah Kabupaten Lebak mengembangkan benih unggul produktivitas tinggi antara enam sampai delapan gabah kering pungut (GKP) ton/hektare.



Pengembangan benih unggul produktivitas tinggi melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembenihan Bojongleles yang dikembangkan jenis Mikongga, Ciherang, dan Infari, dimana benih tersebut cukup tinggi permintaan konsumsi beras untuk masyarakat.



Keunggulan pangan tersebut kualitasnya sangat bagus dan menjadikan beras medium dan andalan produksi petani di daerah ini.



"Kami mendorong petani menggunakan benih Ciherang, Mikongga dan Infari guna mendongkrak produksi pangan juga peningkatan ekonomi masyarakat," katanya menjelaskan.



Menurut dia, usaha pertanian pangan yang dikembangkan petani menggunakan benih jenis Mikongga, Ciherang, dan Infari bisa meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah/hektare jika didukung jaringan irigasi dan teknologi budidaya juga sumber daya manusia (SDM).



Pemerintah Kabupaten Lebak mengoptimalkan peningkatan pengetahuan ketrampilan petani melalui bimbingan teknis maupun penerapan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan.



Kebijakan Presiden Joko Widodo sangat mendukung untuk peningkatan produksi pangan dan penerapan teknologi hingga di tingkat petani.



Selain itu juga petani Kabupaten Lebak merasakan bantuan sarana produksi dan sarana peralatan pertanian, bahkan infrastruktur jaringan irigasi bisa direalisasikan, sehingga petani di sini sudah bisa panen empat kali dalam setahun.



Kemungkinan usaha pertanian pangan di daerah ini menjadi andalan nasional setelah dioperasikan Bendungan Waduk Karian.



"Kami meyakini Indonesia bisa kembali menjadi swasembada pangan dan terbukti tiga tahun terakhir kebutuhan beras tidak impor," kata pria aumnus IPB itu.



Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Suka Bungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhyana mengatakan petani di daerah itu yang anggotanya 250 orang setiap musim tanam mengembangkan benih produktivitas tinggi yang dikembangkan pemerintah daerah.



Benih Mikongga, Infari, dan Ciherang memiliki keunggulan, selain produktivitas tinggi juga tahan terhadap serangan penyakit tanaman.



Karena itu, produksi pangan di wilayah itu belum pernah mengalami gagal panen.



"Kami memproduksi beras mencapai 40 ton/bulan dan dipasok ke Pasar Rangkasbitung dan sekitarnya," katanya.