Pemkab Lumajang tutup alun-alun hingga objek wisata menjelang 2022

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menutup alun-alun, ruang terbuka hijau, tempat hiburan hingga objek wisata menjelang tahun baru 2022 untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan saat malam pergantian tahun yang berpotensi meningkatkan penyebaran COVID-19.

"Sejumlah tempat publik mulai Jumat pukul 17.00 WIB hingga 2 Januari 2022 semua akses ditutup dan akses baru dibuka lagi pada 3 Januari 2022," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang Yuli Harismawati di Lumajang, Jumat.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak berkerumun saat pergantian maupun libur tahun baru untuk mencegah agar tidak ada penyebaran COVID-19.

Baca juga: ACT bangun hunian nyaman terpadu untuk penyintas bencana Semeru

"Malam pergantian tahun biasanya digunakan masyarakat sebagai perayaan suka cita menyambut datangnya tahun baru, sehingga hal itu tentunya akan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat yang dapat memicu terjadinya kerumunan," tuturnya.

Ia menjelaskan personel gabungan dari kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan sejumlah instansi terkait dikerahkan untuk menertibkan kerumunan pada malam tahun baru.

"Akses menuju alun-alun Lumajang akan ditutup, satu-satunya akses masuk hanya melalui Jalan S. Parman atau Tugu Adipura khusus untuk aktivitas perkantoran ataupun kepentingan mendesak lainnya," katanya.

Baca juga: ACT Padang kirimkan truk kemanusiaan untuk korban Semeru di Lumajang

Yuli mengatakan semua aktivitas tidak boleh, sehingga tidak ada aktivitas jualan di seputaran alun-alun dan lampu akan dimatikan untuk menghindari penyebaran virus corona.

"Satgas di alun-alun sudah sepakat dan kami laporkan kepada Pak Sekda supaya tidak ada kerumunan," ujarnya.

Sementara itu, beberapa arus lalu lintas di Kabupaten Lumajang akan ditutup untuk sementara waktu mulai Jumat pukul 17.00 WIB hingga Sabtu (1/1) pukul 06.00 WIB di sejumlah tempat yang berpotensi menjadi pusat keramaian, salah satunya di alun-alun.

"Untuk penutupan arus hanya yang di pusat keramaian, salah satunya alun-alun Lumajang, kemudian pemadaman lampu PJU di pusat keramaian untuk mengurangi mobilitas masyarakat," kata Kepala Dinas Perhubungan Lumajang Yudha Nugraha.

Baca juga: Bupati Lumajang targetkan pembersihan lahan relokasi capai 40 hektare

Untuk mengantisipasi adanya kerumunan, lanjut dia, Dishub telah menempatkan petugas di beberapa titik pos penjagaan seperti Pos Pasar Baru, Terminal Wonorejo serta beberapa titik lainnya, serta petugas gabungan juga akan melakukan patroli pada malam pergantian tahun.

"Beberapa rekan nanti akan melakukan patroli dengan menggunakan mobil keliling untuk mengantisipasi kerumunan ketika masyarakat akan merayakan malam pergantian tahun," katanya.

Ia mengimbau masyarakat merayakan malam pergantian tahun di rumah masing-masing, sehingga dapat mengurangi risiko penularan COVID-19.

Baca juga: Lima ibu hamil melahirkan di posko pengungsian Gunung Semeru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel