Pemkab Mojokerto siapkan aplikasi Tumbas layani penjualan hewan

Pemerintah Kabupaten Mojokerto Jawa Timur menyiapkan aplikasi Tumbas untuk memfasilitasi warga yang akan menjual sapi dan kambing sebagai solusi atas penutupan pasar hewan akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, M Iwan Abdillah dalam keterangan pers di Mojokerto Jumat mengatakan menyikapi kebijakan penutupan pasar hewan guna memutus rantai penyebaran PMK atau foot and mouth disease, pihaknya memanfaatkan terobosan baru aplikasi Tumbas sebagai sarana menjual hewan ternak sapi dan kambing secara daring.

"Sehingga para pedagang hewan ternak tetap bisa berjualan meski pasar hewan ditutup sementara," katanya.

Baca juga: Polisi Mojokerto rutin lakukan patroli pantau kesehatan hewan

Baca juga: Kesembuhan sapi di Mojokerto dari wabah PMK meningkat

Namun demikian, kata dia, pihaknya memberikan batasan-batasan sesuai aturan pemerintah dalam melancarkan jual beli hewan ternak ini seperti, menjamin keamanan dan kesehatan hewan ternak yang dijual melalui aplikasi Tumbas ini.

"Melalui aplikasi ini, kita bisa jualan hewan ternak. Kambing, sapi, bisa. Karena selain sapi saat ini masih rentan (terjangkit PMK), sedangkan kambing lebih tahan terhadap virus PMK ini, namun tetap diharapkan penjualannya tidak di satu tempat," katanya.

Sementara untuk teknis penjualannya, kata dia, pihaknya telah membahas dengan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, dan melibatkan paguyuban pedagang. Disperindag akan memfasilitasi pendaftaran akun baru dan daftar sebagai penjual di aplikasi Tumbas.

Setelah paguyuban memberikan data hewan ternak yang akan dijual, lanjut Iwan, Disperindag akan memfasilitasi dan membantu untuk memasukkan data tersebut dalam aplikasi Tumbas.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi IV DPR usul beli ternak terkena PMK dan musnahkan

Baca juga: Muhammadiyah pandang perlu antisipasi dampak psikologis-politis PMK

Iwan menegaskan, hari ini Disperindag telah melakukan survei ke peternak kambing yang ada di Kecamatan Mojoanyar, dan peternak sapi yang berada di Kecamatan Bangsal sehingga hari ini juga, hewan ternak yang sudah lolos verifikasi sudah mulai dijual di aplikasi Tumbas.

“Hari ini tim kami sudah mulai turun untuk survei hewan yang akan dijual di aplikasi Tumbas. Hari ini juga ada yang sudah mulai dijual di aplikasi. Jual beli hewan ternak di aplikasi ini akan dilakukan di lingkup lokal Mojokerto saja,” tuturnya.

Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Aneka, Tekstil, Alat Transportasi, Elektronika, dan Telematika (ILMATET) Disperindag Kabupaten Mojokerto, Silvia Dewi mengatakan, hari ini pihaknya memimpin langsung survei hewan ternak di Kecamatan Mojoanyar dan Kecamatan Bangsal.

"Kita survei, untuk kita masukkan di aplikasi Tumbas," katanya.

Silvia mengatakan, pedagang yang ingin mendaftar di aplikasi Tumbas harus mengirimkan syarat-syarat yang telah ditentukan, syaratnya pun sangat mudah, yakni penjual cukup menyiapkan KTP untuk tahap verifikasi dan untuk standar pendaftaran nanti menggunakan email dan nomor telepon aktif atau yang terhubung WhatsApp (WA).

Baca juga: Menteri Pertanian apresiasi langkah kepala daerah tangani PMK ternak

Baca juga: Pemkab Malang tutup sementara pasar hewan antisipasi PMK

Baca juga: BBKP Makassar siapkan mitigasi cegah penyebaran virus PMK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel