Pemkab Muba dorong provider bangun infrastruktur tambal blank spot

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mendorong perusahaan jasa operator seluler Indonesia (provider) untuk membangun infrastruktur tower telekomunikasi guna menambal celah tanpa sinyal 4G (blank spot) di beberapa kawasan pelosok.

Kepala Dinas Kominfo Musi Banyuasin Herryandi Sinulingga di Sekayu, Selasa, mengatakan, pemkab sudah berkoordinasi dengan seluruh provider di Sumetera Selatan untuk mengurangi zona tanpa sinyal atau blank spot tersebut.

“Saat ini terdapat 81 titik blank spot di Muba yang belum ada akses jaringan internet,” kata dia.

Zona blank spot jaringan internet itu tersebar di 15 kecamatan atau berada di 240 desa dan kelurahan.

Sinulingga mengatakan data wilayah blank spot ini dapat menjadikan acuan atau target pembangunan site plan pembangunan jaringan 4G oleh pihak provider.

Pemkab Muba mempersilahkan model programnya, berupa pembangunan jaringan 3T dan non 3T atau program CSR dari perusahaan provider.

Sejauh ini Pemkab Muba mengapreasiasi pembangunan jaringan 4G di 10 site oleh PT XL Axiata pada 2022. Ke-10 site itu, yakni 5 site melalui program Non 3T yakni di Desa Bukit Pangkuasan Kecamatan Batanghari Leko, Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir, Desa Bumi Agung Kecamatan Lalan, Desa Jaya Agung, Lalan, Desa Sukamakmur, Lalan.

Kemudia, 5 site lainnya melalui program di luar program 3T yakni di Desa Lubuk Harjo, Bayung Lencir, Desa Sindang Marga, Bayung Lencir, Kelurahan Ngulak 1 Kecamatan Sanga Desa, Desa Ngunang, Sanga Desa, Desa Beji Mulyo, Tungkal Jaya.

Sejauh ini usulan pembangunan jaringan internet untuk tahun 2023 sudah disampaikan Pj Bupati Musi Banyuasin Apriyadi ke pihak PT XL Axiata.

“Mohon segera ditindaklanjuti oleh PT XL Axiata,” kata dia.

Perwakilan Manajemen PT XL Axiata Palembang Hendra Salman mengatakan pihaknya akan mengecek terkait data lokasi blank spot yang disampai Pemkab Muba.

"Tentunya akan menjadi perhatian serius kami dan kami siap membantu untuk program Muba bebas blank spot," kata dia.

Kepala Bidang TIK dan Persandian Dinas Kominfo Sumsel Jon Kenedy mengatakan ratusan desa di Sumsel belum terjangkau jaringan telekomunikasi dan internet atau masih blank spot sehingga butuh perhatian khusus untuk mempercepat transformasi digital.

Sebanyak 467 desa diketahui belum sama sekali terjangkau jaringan telekomunikasi dan 684 desa belum terjangkau jaringan internet.

“Ratusan desa tersebut hampir tersebar di 17 kabupaten dan kota, namun yang merupakan kawasan terbanyak blank spot hanya berada di enam daerah,” kata dia.

Keenam daerah itu yakni Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ulu Timur, Penukal Abab Lematang Ilir dan Ogan Komering Ilir.

Baca juga: Muba mendorong revisi Permen ESDM terkait penambangan ilegal

Baca juga: Pemkab Muba dorong petani sawit remajakan lahan