Pemkab OKU tanam jagung wujudkan Program Sumsel Mandiri Pangan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menanam sebanyak 30 kilogram bibit jagung di Kecamatan Lubuk Raja untuk mewujudkan Program Sumsel Mandiri Pangan.

Pelaksana Harian Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah di Baturaja, Jumat mengatakan, untuk mewujudkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan pihaknya menanam jagung di lahan milik Polres OKU di Desa Lekis Rejo, Kecamatan Lubuk Raja.

Dalam gerakan ini pihaknya menyiapkan sebanyak 30 kilogram bibit jagung untuk ditanam bersama masyarakat sekitar.

"Dalam gerakan ini kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanam jagung," ujarnya.

Untuk mewujudkan Program Sumsel Mandiri Pangan, sebelumnya pihaknya juga melakukan panen perdana jagung petani di Kecamatan Lengkiti seluas 2.000 hektare (Ha).

Baca juga: Wapres tanam jagung dan kedelai di Purwakarta
Baca juga: Petani NTT mampu produksi jagung 9 ton/ha lewat Program TJPS


Dia menerangkan, panen jagung seluas 2.000 Ha tersebut merupakan sumbangsih dari PT Mitra Tanam Sejahtera yang melaksanakan demplot di Desa Way Heling, Kecamatan Lengkiti.

Menurutnya, apa yang dilakukan PT Mitra Tanam Sejahtera ini sejalan dengan program Sumsel Mandiri Pangan yang dicanangkan Gubernur Sumsel, Herman Deru di Kabupaten OKU.

"Program plasma oleh PT Mitra Tanam Sejahtera ini harus terus dilanjutkan dan dioptimalkan lagi guna meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten OKU," ujarnya.

Teddy berharap melalui gerakan ini Kabupaten OKU dapat menjadi daerah sentra penghasil jagung di wilayah Sumatera Selatan.

"Minimal tahun ini dapat mencapai target satu juta ton jagung dari hasil panen petani di OKU," ujarnya.

Baca juga: Presiden tanam jagung memakai traktor di Janeponto
Baca juga: Polda Sumsel percontohan nasional program ketahanan pangan

Baca juga: Kementan targetkan luas tanam jagung 2022 mencapai 4,26 juta ha

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel