Pemkab Pamekasan terjunkan tim bersihkan sekolah terdampak banjir

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur menerjunkan tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Forum Relawan Penanggulangan Bencana Pamekasan Minggu, membantu membersihkan sisa-sisa lumpur bekas banjir di sejumlah sekolah terdampak banjir di wilayah itu.

"Selain sekolah, lembaga pendidikan keagamaan, seperti pondok pesantren juga menjadi sasaran bakti sosial personel tim gabungan Pemkab Pamekasan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Widiastutik di Pamekasan, Minggu.

Baca juga: BPBD Pamekasan catat 33 bencana terjadi pada 31 Desember

Banjir akibat luapan sungai di Kota Pamekasan itu menggenangi perkampungan warga di empat kelurahan, yakni di tiga Kelurahan dan satu desa, yakni Kelurahan Jungcangcang, Parteker, Kelurahan Patemon dan Desa Laden.

Jumlah warga terdampak sebanyak 1.552 kepala keluarga dan umumnya merupakan warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kalisemajid, Sungai Afur Jombang dan Sungai Sinhaji Pamekasan.

Baca juga: Banjir di Pamekasan mulai menggenangi perkampungan warga

Menurut data BPBD Pemkab Pamekasan, jumlah lembaga pendidikan terdampak banjir terdiri dari dua lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar, SMP Negeri dan dua lembaga pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Jungcangcang dan Pondok Pesantren Nasrul Ulum, Bagandan, Pamekasan.

Banjir di Kota Pamekasan ini mulai menggenangi perkampungan warga pada Sabtu (31/12/2022) malam sekitar pukul pukul 18.00 WIB, dan pada Minggu (1/1) pagi genangan banjir di ruas jalan kota seperti di Jalan R Abdul Aziz, dan Jalan Cokroatmojo mulai surut.

Baca juga: Banjir akibatkan pasien Klinik Fajar Habibi Pamekasan dievakuasi

Sementara itu, pada Minggu malam, genangan banjir di sejumlah perkampungan warga juga sudah terpantau surut, bahkan sebagian rumah terdampak banjir terlibat mulai bersih dari lumpur.

"Tapi meski banjir sudah surut, kami tetap menyediakan bantuan makanan dari dapur umum yang didirikan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Pemkab Pamekasan, karena sebagian besar warga terdampak belum bisa memasak," kata Juru Bicara Tim Tagana Pemkab Pamekasan Fathor Rahman.

Baca juga: Debit air meningkat, BPBD tetapkan status siaga banjir di Pamekasan
Baca juga: Banjir bandang landa Pasean Pamekasan