Pemkab Pasuruan distribusikan vitamin ke sentra koperasi susu

Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terus mendistribusikan vitamin, pakan, obat-obatan hingga vaksin dan masker ke sejumlah sentra peternakan sapi maupun koperasi susu sebagai upaya penanganan pascaserangan virus penyakit mulut dan kuku (PMK).


Plh Bupati Pasuruan Abdul Mujib Imron Jumat berkunjung ke wilayah Kecamatan Lumbang karena merupakan salah satu sentra penghasil sapi perah di Kabupaten Pasuruan.

"Kami menyerahkan bantuan kepada ketua dan pengurus Koperasi Tirto Rejo Mulyo di Desa Panditan, Lumbang," katanya.


Menurut Gus Mujib sapaan akrab, Kecamatan Lumbang merupakan salah satu wilayah terdampak PMK cukup banyak selain Prigen, Lekok dan Grati.


Oleh karenanya, kata dia, distribusi bantuan untuk ternak harus diprioritaskan supaya penanganan PMK cepat selesai dan kasusnya juga semakin bisa ditekan.


"Di Lumbang hampir 95 persen warganya bekerja sebagai peternak sapi perah. Istilahnya menggantungkan hidupnya pada sapi-sapi penghasil susu segar. Makanya ketika ada cukup banyak kasus PMK di sini secara prioritas kami dahulukan dalam hal bantuan," katanya.


Dengan diserahkannya bantuan tersebut dirinya berharap bisa diberikan kepada ternak-ternak yang sangat membutuhkan agar ternak mereka menjadi jauh lebih sehat dan tahan terhadap penyakit.


"Lebih cepat lebih baik agar penyebaran PMK bisa semakin ditekan meski kasusnya terus melandai," ucapnya.


Ia berpesan supaya penanganan terhadap ternak bisa terus dilaksanakan meski kasusnya kian melandai agar penyebaran PMK bisa semakin ditekan.


"Merawat sapi harus ekstra sabar. Sama ketika kena COVID-19, sapi-sapi butuh kami dampingi. Bismillah Insya Allah PMK segera reda sehingga tak ada ternak yang terdeteksi positif," ujarnya.


Adi Wijaya selaku Ketua Koperasi Tirto Rejo Mulyo menjelaskan, total ada lebih dari 1.600 peternak sapi perah di Desa Panditan dengan rata-rata, per satu orang peternak memiliki antara 3-5 ekor sapi.


Selama berproduksi, koperasi melayani pembelian susu segar yang dikumpulkan dari sembilan pos penampungan susu.


Hanya saja, selama pandemi lalu, pengiriman susu dari warga ke koperasi terbilang drop yakni dari 20 ton per harinya menjadi 10 ton per hari.


"Tapi sekarang kasusnya sudah melandai, dan kami bisa memproduksi sampai 12 ton per hari. Kami kirim ke PT Nestle Indonesia," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel