Pemkab Pesisir Barat harap Pusat beri perhatian lebih WSL Krui Pro

Pemerintah Pesisir Barat, Lampung berharap Pemerintah Pusat memberikan perhatian lebih kepada pengembangan "World Surf League Krui Pro" yang dilaksanakan setia setahun sekali di daerah ini.

"Harapan kami kejuaraan selancar dunia atau WSL Krui Pro ini mendapat dukungan semua pihak. Sebab tanpa adanya dukungan bersama kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik," Kata Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal, di Pesisir Barat, Sabtu.

Ia pun meminta agar pusat memberikan dukungan guna peningkatan level pada kegiatan Krui Pro pada tahun depan, dari yang saat ini dilaksanakan qualifaying series (QS) 5.000 menjadi QS 10.000.

"Sekarang kami sedang melaksanaka QS 5.000 menyongsong QS 10.000 di tahun depan, saya harap Pemerintah Pusat tidak ragu dengan laut Krui yang telah mendunia ini sehingga kamu pun butuh perhatiannya," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa dengan berkembangnya pariwisata di Krui sudah pasti akan memberikan efek domino terhadap ekonomi kreatif yang ada di darah ini.

"Ekraf akan berkembang di Pesbar itu efek dominonya dari pengembangan pariwisata. Saya sudah bilang dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno agar kami dibantu pada krui 2023," kata dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, mendukung apa yang dikatakan oleh Bupati Pesisit Barat tersebut terkait peningkatan kelas QS 5.000 menjadi 10.000 pada ajang krui pro tahun depan.

"Saya mendukung pesannya pak Bupati bahwa Krui Pro 2023 menjadi QS 10.000. Targetnya QS 10.000 tahun depan nanti saya bilang ma Guburnur agar ada afirmasi anggaran dari Pemprov Lampung," kata dia.


Baca juga: Krui Pro Lampung hadirkan promosi kearifan lokal Pesisir Barat
Baca juga: Sandiaga: Kejuaraan selancar Krui Pro kian bangkitkan parekraf Lampung
Baca juga: Kesiapan "World Surf League Krui Pro 2022" telah capai 90 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel