Pemkab Purwakarta luncurkan mobil promosi UMKM untuk pemulihan ekonomi

Ahmad Buchori
·Bacaan 1 menit

Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat meluncurkan mobil promosi produk usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk membantu pemasaran dalam program pemulihan ekonomi di daerah tersebut.

"Produk-produk meski sedang pandemi tetap harus sampai ke pasar dan konsumen. Jadi, promosinya dilakukan secara mobile menggunakan mobil promosi yang kita luncurkan," kata Bupati setempat Anne Ratna Mustika, di Purwakarta, Selasa.

Ia berharap agar keberadaan mobil promosi itu bisa menjadi solusi untuk pemasaran produk UMKM di tengah pandemi COVID-19.

Untuk teknis penggunaan mobil UMKM itu akan diserahkan pengelolaannya kepada para pelaku usaha seperti halnya Galeri Menong (galeri oleh-oleh khas Purwakarta).

"Nantinya mobil UMKM ini boleh ada di titik-titik strategis mulai rest area hingga tempat yang memang dianggap pas untuk pemasaran dan promosi," katanya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Purwakarta Karliati Djuanda menyampaikan kalau mobil UMKM yang diluncurkan ini baru satu unit.

"Jumlahnya nanti akan ditambah," kata dia.

Menurut dia, bagi pelaku UMKM yang ingin produknya dipasarkan melalui mobil promosi UMKM bisa terlebih dahulu tercatat sebagai UKM Purwakarta, sehingga nanti akan ada pengaturan masalah penjadwalannya.

"Pelaku usaha ini bisa masuk dulu ke Galeri Menong dan menunjukkan produknya dan kami miliki standarisasi produk yang boleh. Intinya, kami screening dahulu dan melihat kemasan produk tersebut," katanya.

Namun sejauh ini, kata dia, terdapat 350 pelaku UMKM di Purwakarta yang kemasan produknya telah terstandardisasi.

Sementara itu, untuk membantu pemasaran produk UMKM di tengah pandemi, Pemkab Purwakarta juga telah menyediakan sejumlah fasilitas seperti admin untuk menginput gambar dan spesifikasi produk, aplikasi jual beli online, galeri, memfasilitasi kerjasama dengan ritel hingga menyiapkan kendaraan untuk media promosi.

Baca juga: Pemkab Purwakarta siapkan 30 hektare untuk pengembangan bawang merah

Baca juga: Petani Purwakarta diimbau tak tebang pohon manggis tua, ini alasannya

Baca juga: Bupati Purwakarta sarankan perkantoran pemkab gunakan kendi