Pemkab sebut kenaikan kasus COVID-19 di Bantul masih terkendali

Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan bahwa kenaikan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah ini dalam beberapa hari terakhir masih terkendali, tidak berdampak pada kewalahan penanganan di fasilitas kesehatan.

"Sampai hari ini COVID-19 ada kenaikan, tetapi masih dalam batas-batas, masih terkendali, artinya belum ada tanda-tanda lonjakan seperti dulu," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Selasa.

Kendati demikian, kata Bupati, semua fasilitas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas di Bantul sudah dipersiapkan apabila terjadi peningkatan kasus COVID-19 signifikan hingga berdampak pada kebutuhan rawat inap yang naik.

"Saat ini tingkat keterisian rumah sakit dari pasien COVID-19 masih longgar, dan seperti biasa, kalau terjadi lonjakan itu maka kamar tidur itu kita konversi, seperti dulu kita konversi, jadi sekian puluh persen diperuntukkan untuk COVID-19," katanya.


Baca juga: Kasus aktif COVID-19 di Bantul turun tinggal tiga orang

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 Bantul terus bertambah, lebihi kasus baru

Dia juga mengatakan, sejauh ini tren kasus penularan kasus COVID-19 harian ada peningkatan tetapi belum signifikan, sehingga tempat-tempat pariwisata masih berjalan, aktivitas masyarakat juga masih diperbolehkan dengan tetap melakukan protokol kesehatan.

Namun demikian, kata dia, Pemkab tetap meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap penularan kasus COVID-19, yang virusnya terus bermutasi, dan sejauh ini pemerintah belum menyatakan bahwa pandemi COVID-19 telah berakhir.

"Kalau imbauan tetap, kewaspadaan itu harus terus dipasang, karena pandemi tidak pernah kita nyatakan berakhir, sehingga suatu saat ada pengetatan-pengetatan kembali kalau memang COVID-19 itu meningkat, waspada saja dulu," katanya.

Berdasarkan data Posko Terpadu Penanganan COVID-19 DIY, pada Senin (14/11) terdapat penambahan 27 kasus positif di Bantul, dengan demikian total kasus positif sejak awal pandemi hingga periode tersebut sebanyak 69.866 orang.

Kemudian yang sudah dinyatakan sembuh totalnya sebanyak 68.006 orang, sementara kasus positif meninggal sejumlah 1.512 orang, sehingga jumlah kasus positif aktif di Bantul berdasarkan data tersebut, masih 348 orang.

Baca juga: Bantul gencarkan 3T percepat temukan kasus baru terpapar COVID-19

Baca juga: Kasus baru positif COVID-19 di DIY didominasi pasien dari Bantul