Pemkab Sidrap salurkan bantuan bagi korban terdampak angin kencang

Pemerintah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial setempat menyalurkan bantuan kepada korban terdampak cuaca ekstrem dan angin kencang di sejumlah wilayah di Kabupaten Sidrap.

Berdasarkan keterangan yang diterima di Makassar, Kamis, bantuan diserahkan Sekretaris BPBD Sidrap Ilham Sunarto bersama Peksos Ahli Muda Dinsos Sidrap Sumiyati bersama anggota Tagana Sidrap.

“Kami hadir di sini untuk memberikan bantuan kepada saudara kita yang terkena dampak cuaca ekstrem dan angin kencang yang melanda beberapa hari ini. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah," ujar Ilham.

Baca juga: Pupuk Indonesia serahkan bantuan pada korban bencana ekstrem di Sulsel

Ia juga berpesan kepada warga agar selalu siaga terhadap bencana sesuai dengan arahan Bupati Sidrap Dollah Mando demi keselamatan bersama.

Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Sidrap Hj Sumiyati mengatakan bantuan diserahkan kepada korban terdampak cuaca ekstrem dan angin kencang yang tersebar di 21 desa/kelurahan di 10 kecamatan.

"Bantuan tersebut berupa tenda terpal sebanyak 63 lembar dan 63 paket logistik pangan," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia sejak Sabtu (24/12).

Baca juga: BPBD umumkan dampak cuaca buruk di wilayah Sulsel

Dalam peringatan dini cuaca, BMKG memprediksi sejumlah provinsi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, yakni Aceh, Bali, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta.

Kemudian Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan.

BMKG meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Baca juga: BPBD sebut 12 daerah di Sulsel terdampak bencana alam

“Berdasarkan pantauan yang dilakukan BMKG, kami mendeteksi perkembangan kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.