Pemkab Sleman raih penghargaan terbaik STBM Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meraih penghargaan Kabupaten/Kota Terbaik Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan Kategori Demand Creation dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono kepada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pada acara Penghargaan Bidang Kesehatan Lingkungan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2022 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu.

"Penghargaan ini merupakan suatu kebanggaan bagi Kabupaten Sleman dapat kembali meraih penghargaan STBM Berkelanjutan," kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam pesan tertulis yang diterima di Sleman, Rabu.

Baca juga: Wamenkes: Peran pemimpin daerah penting sukseskan STBM

Ia berharap penghargaan ini dapat semakin memotivasi Pemkab Sleman untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga dapat menjadi motivasi bagi Pemkab Sleman untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta dapat menorehkan prestasi kembali di bidang kesehatan ke depannya," kata dia.

Menurut dia, ke depan diperlukan upaya terobosan yang melibatkan semua pihak baik pemerintah, swasta maupun masyarakat dalam melakukan sinkronisasi antarsektor terkait pembangunan sanitasi untuk mencapai target universal akses sanitasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama mengatakan bahwa saat ini progres STBM Kabupaten Sleman terdapat 84 kelurahan atau sebesar 97,67 persen yang telah melaksanakan deklarasi lima pilar STBM.

Baca juga: Kota Madiun jadi percontohan program penuntasan STBM di Jawa Timur

Menurut dia, STBM 2022 ini merupakan penghargaan ke lima yang diraih Kabupaten Sleman setelah empat tahun sebelumnya Kabupaten Sleman selalu meraih penghargaan STBM secara berturut-turut sejak 2018.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan kegiatan STBM Awards ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun.

Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi bagi komitmen dan implementasi aksi provinsi, kabupaten/kota, dan instansi yang terus berupaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan bertujuan mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Baca juga: OMS dinilai berperan besar optimalkan sanitasi berbasis masyarakat

"Diharapkan pada 2025, Indonesia bisa mencapai sanitasi total untuk seluruh masyarakat, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJN) Indonesia," katanya.