Pemkab Sumenep sambut Tahun Baru Islam dengan khataman Al Quran

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1444 Hijriah dengan menggelar khataman Al Quran di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Jumat.

"Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar khataman Al Quran ini supaya Al Quran bisa membumi, tuntutannya dilaksanakan, terutama oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat di kabupaten ini," kata Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah.

Ia menyatakan, Tahun Baru Islam sebagai refleksi peralihan tahun. Para pejabat pemkab dan ASN di lingkungan Pemkab Sumenep diharapkan bisa menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi diri untuk lebih baik di masa-masa yang akan datang.

Wabup menjelaskan, Tahun Baru Islam itu dihitung dari pindahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, dan peristiwa itu menjadi awal muda penetapan kalender Hijriah.

Karena itu, sambung Wabup, pada pergantian tahun baru Hijriah kali ini, ia mengajak kepada para ASN dan umat Islam agar dijadikan sebagai momentum untuk bertekad bangkit kembali, membangun diri dengan nilai-nilai moral yang lebih baik, sekaligus mampu menguatkan seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Sumenep, meningkatkan etos kerja dalam mencapai pembangunan di segala sektor.

Baca juga: Ratusan warga Samarinda gelar pawai obor sambut Tahun Baru Islam

"Semoga, momentum Tahun Baru Islam ini seluruh ASN bersama elemen masyarakat membangun daerah tidak hanya fisik, namun mental spiritual demi memajukan Kabupaten Sumenep," katanya.

Menurut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Sumenep Kamiluddin, khataman Al Quran itu merupakan salah satu kegiatan yang digelar Pemkab Sumenep dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1444 Hijriah kali ini.

Jenis kegiatan lainnya dalam bentuk bakti sosial seperti santunan pada anak yatim dan fakir miskin, serta pentas musik keagamaan yang melibatkan para santri dari sejumlah pondok pesantren.

Selain khataman Al Quran, kegiatan lain yang terpantau di Sumenep, Jawa Timur pada malam Tahun Baru Islam 1444 Hijriah kali ini berupa pawai obor.

Pawai obor terlihat di sejumlah titik, seperti di Jalan Raya Prenduan, Jalan Raya Bluto dan di sekitar monumen Kota Sumenep.

Baca juga: ICRP nilai hijrah sebagai upaya membangun peradaban kemanusiaan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel