Pemkab Tulungagung bentuk tim investasi sambut masuknya investor besar

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur membentuk tim investasi khusus demi menyambut masuknya modal usaha dalam skala besar dari dua investor besar dalam negeri, Agung Podomoro Group dan Lippo Group.

"Tim investasi ini yang akan aktif berkoordinasi dengan investor di Jakarta," kata Ketua Tim Investasi, Santoso kepada awak media di Tulungagung, Rabu.

Ia memastikan rencana investasi dua "investor raksasa" dalam negeri itu sudah hampir pasti. Komunikasi dan rencana penanaman modal untuk pengembangan industri pariwisata dan retail telah dimatangkan.

Dan jika tidak ada perubahan, komitmen kedua grup usaha itu mencapai Rp1,5 triliun. "(Rencana) investasi itu segera. Mungkin tahun ini terealisasi," kata Santoso.

Untuk itulah, stimulus diberikan dalam bentuk kemudahan pengurusan izin dan segala administrasi yang berkaitan. Tim investasi ini pula yang akan melakukan kajian dan merumuskan solusi saat terjadi masalah di lapangan.

Ada beberapa potensi ekonomi yang dilirik oleh kedua investor ini, mulai dari bekas Pasar Pahing, Pantai Gemah, wilayah Sendang, Pantai Pacar, Argowilis, lahan di sebelah GOR Lembu Peteng dan beberapa titik lainnya.

"Untuk tahap awal percepatan ekonomi dan pariwisata," ujarnya.

Santoso optimistis jika rencana ivestasi itu terealisasi, maka ribuan tenaga kerja bakal terserap.

Untuk prioritas awal, pembangunan akan dipusatkan di lokasi di sebelah barat GOR Lembu Peteng. Alasannya, lokasi itu merupakan lokasi exit tol Tulungagung - Surabaya.

Disinggung lokasinya yang berada diatas lahan produktif, dan penggunaanya harus melalui mekanisme khusus, Santoso menjelaskan hal itu tidak masalah.

Pasalnya Pemkab Tulungagung tengah mengurangi luasan lahan produktif dari 26 ribu hektare menjadi 16 ribu hektare. "Karena bagaimanapun di situ sebagai pendukung keberadaan jalan tol," katanya.

Santoso mengatakan, sebenarnya banyak sektor yang dilirik investor, mulai ekonomi kreatif, pariwisata, dan industri kerajinan.

Untuk industri kerajinan, investor sudah melihat beberapa lokasi di Kecamatan Rejotangan, industri tas ransel di Ngunut, kerajinan fosil dan marmer.

Baca juga: Kemenparekraf dan Pemkab Tulungagung kolaborasi kembangkan parekraf

Baca juga: Kementerian PUPR tawarkan Tol Kediri-Tulungagung Rp10,49 triliun

Baca juga: Pemkab Tulungagung kembali buka sejumlah tujuan wisata


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel