Pemkot Bandung Kejar Target Optimalisasi Penerima Vaksin Covid-19 Tahap Awal

·Bacaan 2 menit
Seorang tenaga kesehatan bersiap menjalani vaksinasi COVID-19 di RSUD Cengkareng, Jakarta, Kamis (14/01/2021). Tenaga kesehatan menjadi prioritas utama pada program vaksinasi virus corona COVID-19 tahap awal. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Bandung - Jumlah penerima penyuntikan vaksin Covid-19 bagi sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Kota Bandung baru mencapai 10.807 orang. Pencapaian tersebut setara 46,60 persen dari target awal penerima vaksin Covid-19 tahap I sebanyak 23.000 penerima.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengaku optimis penerima vaksin akan terus bertambah bertambah setiap harinya.

"Jika kita melihat angka persentase capaiannya, progres vaksinasi di Kota Bandung ini sudah sebesar 46,60 persen. Kami sangat memahami bahwa proses vaksinasi tahap I ini tidak akan mencapai target 100%, karena pada saat perjalanannya masih ada yang tidak lolos screening, sehingga tidak dapat divaksin," kata Ema, Kamis (28/1/2021).

Ema mengaku pihaknya akan terus memperbaiki dari segi sistem hingga skema pelaksanaan vaksinasi. "Kita optimis akan selesai sesuai target yang ada," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara mengatakan, penyuntikan vaksin Covid-19 dosis kedua mulai disuntikan kepada para penerima yang telah melewati rentang 2 minggu dari penyuntikan pertama pada 14 Januari 2021 silam. Vaksinasi dosis kedua ini juga bersamaan dengan proses lanjutan penyuntikan dosis pertama tahap I bagi SDM kesehatan di Kota Bandung.

"Selain menyuntikan dosis kedua bagi penerima yang telah melewati 2 minggu, kita juga terus lanjutkan penyuntikan dosis pertama sesuai target," kata Ahyani.

Ahyani menuturkan, Kota Bandung kini sedang mengakselerasi proses vaksinasi Covid-19 tahap I. Hal itu dilakukan seiring dengan adanya perubahan kebijakan dari pusat bahwa tidak perlu menunggu e-tiket. Diketahui sepanjang penerima tersebut terdaftar di sistem Pcare fasilitas kesehatannya maka bisa langsung disuntik.

Ahyani menjelaskan, kini setiap penerima vaksin tidak perlu menunggu e-tiket atau SMS blast. Calon penerima cukup dengan memastikan terdaftar pada Pcare.

Sehingga pihaknya dapat memastikan setiap penerima vaksin mendapatkan dua kali dosis lengkap sesuai ketentuan. Termasuk juga melihat kesesuaian antara penerima vaksin tersebut dengan alokasi vaksin yang diberikan kepada fasilitas kesehatan.

"Kita akan evaluasi sistem percepatan ini di tanggal 31 Januari 2021 agar dapat mengetahui skema mana yang lebih efektif. Tujuannya agar proses penyuntikan sesuai dengan target yang ada maksimal hingga April 2021," ucap Ahyani.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini