Pemkot Bandung manfaatkan 2 hektare lahan TNI AD untuk TPST

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memanfaatkan lahan seluas 2 hektare milik TNI AD di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk dijadikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).

Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan masa operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti akan berakhir pada 2024 mendatang. Oleh karenanya, kata dia, Kota Bandung perlu mempersiapkan tempat baru untuk pengelolaan sampah.

"Memang saat ini Kota Bandung tidak punya TPA karena lahan TPA Sarimukti di KBB digunakan oleh lima kabupaten kota," kata Yana di Bandung, Jawa Barat, Senin.

Adapun pemanfaatan lahan TNI AD itu merupakan kerja sama sebagai solusi jangka pendek hingga menengah yaitu dengan memperbanyak tempah pengelolaan sampah. Menurut Yana, kerjasama itu juga merupakan bukti TNI manunggal bersama rakyat dalam memerangi sampah.

Baca juga: Pemkot Bandung jajaki kerja sama penanganan sampah dengan Korsel

Baca juga: Sampah yang tak tertangani di Kabupaten Bandung capai 968 ton per hari

"Kami harus memikirkan tempat pengolahan sampah terpadu yang bisa mengolah sampah bukan hanya TPA aja. Kami terus melakukan proses 3R memilah termasuk pengolahan dan pemanfaatan sampah," kata dia.

Sementara itu, Komandan Pussenkav Kodiklat TNI AD Mayjen TNI Yanuar Adil mengaku optimis pemanfaatan lahan itu bakal berbuah hasil yang baik. Karena, kata dia, pengelolaan sampah juga memiliki nilai ekonomis.

"Tempat pengelolaan sampah yang higienis dan ada nilai ekonominya, pengelolaan ini juga bermanfaat, seperti maggot diolah jadi makanan ikan, dan selanjutnya," kata Yanuar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Dudy Prayudi mengatakan sampah bakal terus menjadi permasalahan jika tidak dikelola dengan baik. Kemudian berdasarkan penjabaran perintah harian KSAD, menurutnya TNI hadir dan senantiasa sebagai solusi soal sampah.

Setelah bekerjasama soal pemanfaatan lahan, menurutnya Pemkot Bandung mulai mencari investor untuk infrastruktur yang diperlukan untuk lahan seluas 2 hektare yang akan dijadikan TPST tersebut.

"Pemilihan investor sesegera mungkin dalam pengelolaan sampah," kata Dudy.*

Baca juga: Kota Bandung menargetkan bisa mengolah 30 persen sampah pada 2022

Baca juga: DLHK Bandung pastikan angkutan sampah ke TPA kembali normal