Pemkot Bandung Sudah Cairkan Bantuan Rp30 M untuk Warga di Luar DTKS

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengungkapkan, distribusi bantuan sosial bagi warga Kota Bandung yang tidak terdata oleh Pemerintah sudah menghabiskan anggaran Rp30 miliar. Warga yang tak terdata ini ditegaskan juga dapat bantuan tambahan sembako dari berbagai komunitas.

Oded menjelaskan, distribusi bantuan bagi warga yang terdampak pandemi masih berlangsung secara bertahap. Mulai dari yang rutin per bulan hingga penerima dari APBD Kota Bandung.

"Yang namanya bantuan sosial di Kota Bandung polanya ada yang datang dari pusat yang masuk di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sudah setiap bulan mendapatkan. Ada yang tidak tercatat, itu biasanya kita berikan melalui APBD Kota Bandung, ketika PPKM darurat mengeluarkan Rp30 miliar," ungkap Oded di Bandung, Kamis, 19 Agustus 2021.

Oded memastikan, peran serta kelompok yang mempunyai rezeki berlebih membantu warga yang terdampak pandemi COVID-19 akan ditingkatkan. Bantuan paket sembako yang terus berdatangan akan disalurkan kepada mereka yang tidak terdaftar pada penerima bantuan dari Pemerintah.

Baca juga: Jokowi: Porang Akan Jadi Makanan Masa Depan

"Kita lanjutkan pembagian ke masyarakat. Kita ucapkan terima kasih kepada mereka yang memberikan rizki lebih, saya harap ini terus dikembangkan," katanya.

Dampak PPKM berkepanjangan

Komunitas Tionghoa Peduli kembali turun tangan membantu warga Kota Bandung yang terdampak PPKM Darurat. Bantuan diberikan kepada mereka yang terdiri dari pedagang kali lima, kaum difabel dan warga kurang mampu.

Bantuan sembako yang diberikan kali ini yaitu 4 ribu dan disertai dengan bantuan alat kesehatan seperti kursi roda bagi kaum difabel dan APD bagi petugas kesehatan di lapangan.

"Mudah mudahan masyarakat bisa menggunakan bantuan kami yan tidak seberapa, kita berkomitmen selama masih mampu, kita terus seperti ini," ujar Tokoh Komunitas Tionghoa Peduli, Djoni Toat disela pendistribusian bantuan di Gor Pajajaran, Kota Bandung.

Djoni memastikan, pihaknya ikut serta menangani warga yang terdampak pandemi COVID-19. Apalagi, penerapan PPKM Darurat yang terus diperpanjang memberi dampak serius pada pelaku ekonomi di kalangan bawah.

"Semua usaha lesu. Dari mulai pandemi sudah 800 kali lebih, dalam dua hari ini kita 4 ribu, dalam 10 hari sudah 15 ribu, tidak hanya sembako, kita beri vitamin, masker, APD," katanya.

Sebagai informasi, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan. Serta, selalu menerapkan 3M, yaitu Memakai masker, Menjaga jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci tangan pakai sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel