Pemkot Bekasi Pastikan Stok Minyak Goreng Cukup, Warga Diimbau Tak Panik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sejak Rabu 19 Januari 2022, mengeluarkan kebijakan minyak goreng satu harga Rp 14.000 per liter, sesuai dengan edaran Menteri Perdagangan. Pemkot Bekasi ikut menggandeng sejumlah pengusaha ritel modern.

Kebijakan ini sontak disambut antusias warga Kota Bekasi, dengan menyerbu minimarket yang menyediakan minyak goreng satu harga. Tak sedikit bahkan ibu-ibu yang memborong minyak goreng untuk dijadikan stok.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Tedi Hafni Tresnadi, mengimbau warga agar tidak panik sehingga langsung membeli secara borongan.

"Ibu rumah tangga tidak perlu lagi khawatir pascanaiknya minyak goreng yang mencapai harga di atas Rp 35.000. Beberapa gerai di Kota Bekasi telah bekerja sama untuk menjual minyak goreng satu harga Rp 14.000 per liter," katanya, Jumat (21/1/2022).

Tedi memastikan persediaan minyak goreng cukup hingga akhir Januari, sehingga warga tak perlu khawatir hingga melakukan panic buying.

"Stok minyak goreng masih cukup sampai akhir Januari," ujar dia.

Tedi pun meminta agar warga belanja secara bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan. Terlebih program ini akan masuk ke pasar-pasar tradisional dalam waktu dekat.

Minyak Goreng Satu Harga

Berikut data ritel modern yang telah melaksanakan Program Minyak Goreng Satu Harga di Kota Bekasi:

1. Alfamart (372 gerai)

2. Indomart (447 gerai)

3. Alfamidi (101 gerai)

4. Lion Superindo (15 gerai)

5. Naga Swalayan (7 gerai)

6. GS Ritel (3 gerai)

7. Lotte Shoping (1 gerai)

8. Indogrosir (1 gerai)

9. Ceriamart (6 gerai)

10. Transmart/Carrefour (4 gerai)

11. Farmers Market (2 gerai)

12. Food Hall (1 gerai)

13. Hari Hari Swalayan (2 gerai)

14. Prima Freshmart (30 gerai)

15. Tip Top (1 gerai).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel