Pemkot Bogor berlakukan operasi pasar murah minyak goreng bergantian

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, memberlakukan operasi pasar murah (OPM) minyak goreng secara bergantian di kantor kecamatan dan sejumlah pasar bagi masyarakat kurang mampu akibat harga salah satu kebutuhan pokok itu sedang tinggi di pasaran.

"Dengan harga Rp14 ribu satu liter, minyak goreng merek Fitri ini bisa membantu masyarakat. Masyarakat bisa membeli maksimal dua liter," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim di Bogor, Minggu.

Dedie menuturkan OPM bisa ditemui warga melalui kantor kecamatan dan pasar tradisional yang sedang melaksanakannya.

OPM minyak goreng ini antara lain sudah digelar di Pasar Sukasari dan Pasar Kebon Kembang, berlanjut di Kantor Kecamatan Tanah Sareal, lalu di Kantor Kecamatan Bogor Utara.

Operasi lanjutan itu diinisiasi Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DinKUKMDagin) Kota Bogor.

OPM minyak goreng ini, sambung Dedie, juga untuk membantu menstabilkan harga. Pasalnya, harga minyak goreng saat ini sedang mengalami fluktuasi.

"Insya Allah pemerintah terus memperhatikan segala kebutuhan warga. Terutama di saat - saat sulit mendapatkan minyak goreng seperti sekarang ini," katanya.

Setelah mendapat fasilitas OPM minyak goreng ini, Dedie berharap kepada masyarakat agar dipergunakan dengan sebaik - baiknya.

Namun alangkah baiknya juga, menurut Dedie masyarakat juga mulai mengubah pola memasak untuk tidak selalu menggunakan minyak goreng. Bisa rebus - rebusan atau cara lain.

"Mudah - mudahan apa yang dilakukan pemerintah ini bisa membantu sedikit kesulitan yang dihadapi warga," harapnya.

Kepala DinKUKMDagin Kota Bogor, Ganjar Gunawan menambahkan, kegiatan OPM ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng yang harganya sedang naik di pasaran.

"Sekarang ini minyak goreng di pasaran itu harganya sekitar Rp20 ribu sampai Rp21 ribu per liter. Contohnya di Bogor Barat Jumat kemarin mendapatkan alokasi sebanyak 7.200 liter minyak goreng murah, karena penduduknya yang relatif banyak," jelas Ganjar.

Sedikitnya, kata dia, telah ada 31.200 liter minyak goreng yang sudah dibeli warga dengan harga Rp14 ribu per liter saja. Ganjar juga mengaku OPM kali ini juga bekerja sama dengan dinas di tingkat Provinsi Jawa Barat.

"Meskipun dengan harga murah, minyak goreng ini berkualitas. Ke depan OPM minyak goreng ini akan kita lanjutkan kembali ke pasar. Mudah - mudahan bisa membantu warga dengan harga yang terjangkau dan memenuhi produktivitas masyarakat," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel