Pemkot buka layanan pemeriksaan tuberkulosis di Palmerah

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) membuka layanan pemeriksaan tuberkulosis di dua lokasi Palmerah sebagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyakit itu di Ibu Kota.

"Dalam sehari kita berada di dua lokasi di Jakarta Barat. Kita kerahkan dua mobil layanan dalam sehari," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Erizon mengatakan, pelayanan pemeriksaan tuberkulosis berada di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kota Bambu Selatan dan kantor Kelurahan Palmerah.

Layanan tersebut dibuka dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Nantinya, kader puskesmas akan mendorong seluruh warga yang terdata memiliki riwayat penyakit ataupun pernah berkontak dengan pasien tuberkulosis untuk melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Jakarta Barat targetkan pemeriksaan tuberkulosis pada 6.200 warga

Tidak hanya kepada warga yang telah terdata, masyarakat yang merasa memiliki gejala tuberkulosis juga boleh melakukan pemeriksaan skrining di layanan tersebut.

"Beberapa gejala fisik yang dirasakan seperti kurus, batuk-batuk selama dua minggu, keringatan, hingga batuk mengeluarkan darah. Nah, itu sudah masuk gejala tuberkulosis," kata dia.

Dengan adanya program layanan tersebut, dia berharap penyebaran tuberkulosis di wilayah Jakarta Barat bisa dikendalikan.

Sebelumnya, Pemkot Jakbar menargetkan pemeriksaan gejala tuberkulosis terhadap sedikitnya 6.200 warga pada awal tahun ini di seluruh kecamatan.

Erizon mengatakan, program pemeriksaan yang dilakukan sejak awal Januari ini digelar agar penyakit tuberkulosis bisa terdeteksi dan dapat dikontrol.

Baca juga: Wagub DKI dorong pengentasan kasus Tuberkulosis HIV

Menurut Erizon, selama pandemi 2022, angka temukan kasus tuberkulosis di Jakarta Barat jauh dari perkiraan.

Jika berdasarkan teori, seharusnya angka temuan kasus tuberkulosis selama 2022 mencapai 9.500 kasus.

Namun demikian, hingga akhir Desember saja jumlah kasus yang ditemukan sebanyak 77 persen dari target yang sudah ditentukan.

"Karena Covid kemarin, masyarakat masih takut datang ke klinik, hingga orang yang biasanya ada keluhan tuberkulosis dan berobat itu, jadi tidak datang ke puskesmas," kata dia.

Baca juga: Puskesmas Pulogadung buka poli khusus pasien TB