Pemkot Denpasar dan TNI-Polri bersihkan area mangrove jelang KTT G20

Pemerintah Kota Denpasar bersama jajaran TNI-Polri melakukan bersih-bersih di kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai dan Pura Candi Narmada di Denpasar, Bali, menjelang pelaksanaan KTT/Presidensi G20 Indonesia.

"Kita menjadi tuan rumah KTT G20. Jadi, kita wajib melakukan pembersihan dan menjaga lingkungan, sehingga pelaksanaan KTT G20 berjalan dengan sukses," kata Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kegiatan tersebut di Denpasar, Jumat.

Aksi bersih-bersih ini melibatkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Denpasar, jajaran aparat desa/kelurahan, siswa SMP se-Kota Denpasar serta dibantu TNI-Polri dan pemangku kepentingan terkait. Hadir Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana dan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede.

Baca juga: Dukung KTT G20, penataan Mangrove Tahura di Bali capai 84 persen

"Kami berharap dengan dilaksanakan G20 ini dapat menjadi momentum untuk mempromosikan Bali, khususnya Kota Denpasar, sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi kebangkitan pariwisata dan ekonomi dapat pulih kembali," ujarnya.

Jaya Negara menambahkan walaupun hari ini merupakan acara puncak dari aksi bersih-bersih, bukan berarti gerakan tersebut berhenti sampai hari ini saja.

"Permasalahan sampah ini merupakan masalah bersama. Tidak hanya di hilir saja, di hulu juga wajib melakukan pemilahan serta membuat regulasi agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun di lingkungan sekitar," ucap Jaya Negara.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta membersihkan lingkungan serta dilaksanakan penyerahan sembako kepada sopir angkot yang difasilitasi oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar.

Baca juga: Tahura Ngurah Rai Bali tambah 5.000 mangrove untuk konservasi

Baca juga: Organisasi wanita Bali bersih-bersih kawasan mangrove jelang G20

Kadis Perhubungan Kota Denpasar Ketut Sriawan mengatakan penyerahan bantuan bahan pokok ini merupakan langkah Pemkot Denpasar dalam membantu masyarakat, khususnya sopir angkot karena adanya kenaikan harga BBM.

Bantuan bahan pokok yang diberikan berupa beras 10 kilogram, gula pasir, minyak goreng, telur dan mie instan, yang diberikan kepada 50 sopir angkot.