Pemkot gandeng Baznas dan swasta untuk benahi tempat penampungan PKL

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menggandeng Baznas DKI dan PT Sinar Sosro untuk membenahi gedung milik Kementerian Keuangan sebagai tempat penampungan pedagang kaki lima (PKL) Kota Tua.

"Kita akan gandeng kolaborator ya, tadi sudah ada dari Baznas DKI dan dari Sosro yang mau melakukan kolaborasi pembenahan," kata Camat Taman Sari, Agus Sulaeman, saat ditemui di Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu.

Pembenahan itu dilakukan agar tempat tersebut layak untuk digunakan PKL dan dikunjungi wisatawan Kota Tua.

Tiga gedung yang akan dibenahi dua kolaborator tersebut berlokasi di Kali Besar Timur, Taman Sari.

Dua gedung akan dibenahi oleh pihak Baznas dan satu gedung akan dibenahi oleh pihak PT Sinar Sosro.

Baca juga: Pemkot Jakbar undang BI dan BUMN untuk tampung PKL Kota Tua

Pembenahan yang akan dilakukan, lanjut Agus, meliputi perbaikan fasilitas di dalam gedung, pengecatan ulang hingga penambahan fasilitas baru seperti sekat untuk PKL.

Jika pembenahan ini sudah selesai, maka diperkirakan lokasi tersebut dapat menampung 250 PKL.

Agus melanjutkan, lokasi tersebut sangat cocok untuk dijadikan tempat berdagang para PKL.

Hal itu karena lokasi tersebut tepat disamping Jalan Kunir atau persis di seberang kawasan wisata Kota Jakarta. Bagian depan gedung itu pun dilengkapi dengan trotoar yang sudah direvitalisasi serta pemandangan kali besar.

"Ini juga akan jadi tempat strategis karena wisatawan akan melewati tempat ini," jelas dia.

Baca juga: Sejumlah PKL masih beraktivitas di kawasan Kota Tua Jakarta Barat

Untuk biaya retribusi, Agus belum bisa menyampaikan secara detail.

Pihaknya masih akan merundingkan hal tersebut kepada pengelola gedung.

"Yang pasti harganya tidak memberatkan PKL," kata Agus.

Antara pun sempat melihat tiga gedung yang posisinya berjejeran itu.

Dari pengamatan di lokasi, terlihat tiga gedung bergaya arsitektur Belanda itu tampak kusam tidak terurus.

Baca juga: Pemkot Jakbar perluas lokasi untuk tampung PKL Kota Tua

Tampak cat tembok di beberapa sisi gedung sudah mengelupas.

Selain itu jendelanya hingga pintu pun hanya ditutupi kayu.

Gedung tersebut selama ini ditempati para PKL menyimpan gerobak. Terlihat ada belasan gerobak yang terparkir di dalam yang terdiri dari gerobak penjual pecel lele hingga makanan ringan lain.

Di gedung sebelah yang juga masih milik Kementerian Keuangan, terus ada rumah bedeng yang ditempati warga. Mereka membuat rumah bertingkat dengan berbahan dasar kayu dan seng.

Kondisi di dalam pun sangat kumuh lantaran banyak sampah yang berserakan di depan tempat tinggal tersebut.

Baca juga: Ratusan PKL Kota Tua bersedia tempati Lokbin Kota Intan Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel