Pemkot ingatkan guru tidak jadikan nilai sebagai keberhasilan mengajar

Pemeriksaan Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) ingatkan para guru agar tidak menjadikan nilai sebagai keberhasilan dalam mengajar karena hal itu bukan faktor kunci kesuksesan dan kecerdasan, melainkan pendidikan karakter.

"Bahwa nilai bukan faktor kesuksesan dan kecerdasan. Titik fokus pendidikan saat ini adalah pendidikan karakter," kata Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Jakarta Barat, Amien Haji saat membuka seminar dalam rangka memperingati Hari Guru di Jakarta Barat, Jumat.

Di depan ratusan guru, Amien mengatakan pendidikan karakter sangat penting bagi para pelajar. Dengan karakter yang kuat, pelajar diharapkan dapat untuk menjadi pribadi yang jujur, kuat, mandiri dan berpegang teguh pada Pancasila.

Jika sedari dini pelajar tidak memandang serius akan pentingnya sifat kejujuran, maka kecil kemungkinan, katanya, para generasi penerus bisa membawa bangsa menjadi lebih baik lagi.

Baca juga: Lenong Betawi meriahkan Hari Guru di Jakarta Pusat

"Kedamaian menjadi sesuatu yang mahal dan sulit didapat," kata Amien.

Dalam momen ini, Amien juga mengajak 130 guru yang bertugas di wilayah Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat II untuk berdiskusi membahas tema Pendidikan Nilai Nilai Kemanusiaan untuk Generasi Emas Indonesia.

Dalam diskusi ini, pihaknya turut mengundang Siang Riani Hadiman selaku ketua Yayasan Insan Teratai, Ketua Yayasan Nur Ilahi Sekolah Insan Teladan Qadar Utari, serta Lingkar Belajar Laksmi Paramitha.

Acara ini dibuka dengan pembacaan doa dari enam agama yang diakui oleh negara yakni Islami, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Baca juga: Satpol PP Jakarta Pusat mendatangi sekolah untuk apresiasi para guru

Pembacaan doa itu dipimpin oleh perwakilan masing masing guru agama dari setiap sekolah di wilayah Jakarta Barat.

Dengan adanya kegiatan ini, Amien berharap para tenaga pendidik tetap bersemangat dalam mengajarkan hal baik dan menanamkan karakter yang kuat kepada murid.