Pemkot Jakarta Pusat tindaklanjuti berbagai pengaduan warga

Pemerintah Kota Jakarta Pusat menindaklanjuti pengaduan warga terkait berbagai masalah seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), sampah hingga ijazah ketua Rukun Tetangga (RT) yang diduga palsu.

"Sejak dibuka posko aduan, kita banyak menerima laporan terkait berbagai masalah warga Jakarta Pusat," kata Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma saat diwawancarai di Aula Kantor Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis.

Dhany mengungkapkan, posko layanan pengaduan masyarakat sudah dibuka kembali di seluruh kantor kelurahan dan kecamatan se-Jakarta Pusat.

"Pembukaan posko aduan itu dilakukan sejak adanya arahan dari Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono," ungkapnya.

Baca juga: DPRD DKI minta pengaduan masyarakat di posko aduan segera ditangani

Selain itu, Dhany juga mengatakan, pengaduan warga tersebut langsung ditindaklanjuti pihak terkait masalah yang dihadapi warga bisa segera selesai.

Di tempat terpisah, Camat Menteng Suprayogi mengatakan, pihaknya sudah membuka posko pengaduan masyarakat sejak mendapat instruksi Wali Kota Jakarta Pusat.

Posko dibuka setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00-16.00 WIB. Untuk Sabtu pukul 08.00-11.00 WIB. "Jika ada laporan aduan langsung kita kerjakan," ujar Suprayogi.

Baca juga: Stafsus Menteri ATR dukung langkah Heru dirikan posko pengaduan

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaktifkan kembali posko pengaduan warga di Balai Kota Jakarta yang sempat terhenti sejak 2017-2022.

"Insya Allah begitu (diaktifkan kembali), besok saya melakukan pengarahan ke seluruh pejabat DKI," kata Heru di Pendopo Balai Kota Jakarta, Senin (17/10).

Ia berencana membuka posko pengaduan di Pendopo Balai Kota yang dilakukan sejak era Gubernur DKI Joko Widodo hingga terhenti pada 2017 itu mulai Senin-Kamis pukul 08.00-09.00 WIB.

Dia meminta perwakilan dari kantor wali kota yakni tiga asisten dan kepala bagian di masing-masing wilayah administrasi bergiliran bertugas di posko pengaduan.

Setelah itu, bahan aduan warga itu dibawa kembali ke wilayah administrasi untuk ditindaklanjuti.

Baca juga: Heru aktifkan kembali pengaduan warga di Balai Kota Jakarta